Perancang visual: Khairun Nisya

Kampusiana, Jumpaonline Pada hari Senin, 1 September 2025, pukul 23.38, warga kampus II Universitas Pasundan (Unpas) Tamansari, dihebohkan dengan penembakan gas air mata ke kawasan kampus. Penembakan dilakukan oleh aparat kepolisian yang melakukan penyisiran di Jalan Tamansari dan sekitarnya. Peristiwa tersebut mengakibatkan menyebarnya asap ke seantero kampus. Puluhan mahasiswa dan satpam turut menjadi korban setelah terpapar asap. 

Salah satu mahasiswa yang berada di tempat kejadian, Fadel Muhammad Ardana, menjelaskan bahwa, terdengar suara ledakan yang berasal dari depan gedung kampus. Tak lama, asap menyebar ke bagian dalam, yakni ke sepanjang lorong sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa. Kemudian, asap tersebut naik ke lantai 2 dan 3 Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

“Pelemparannya itu [selama] 5 menit, terus asapnya langsung semua [menyebar]. Perih mata dan sedikit pengap,” terangnya.  

Fadel menuturkan bahwa, sebelum kejadian, aparat terlihat menggunakan kendaraan sepeda motor dan mobil rantis. Selain itu, terdapat sebuah drone yang memantau keadaan sekitar kampus. Di saat yang berdekatan, gas air mata mulai dilemparkan ke dalam kawasan Unpas. 

“[Saya] panik karena pertama kali ngerasain dan takut juga. Janganlah nembak atau nyerang kampus karena ini zona aman dan jadi posko medis,” tutup Fadel. 

Komandan Korps Sukarela (KSR) Unpas, Rafa Rizkiansyah memaparkan bahwa, jumlah korban paparan gas air mata mencapai lebih dari 50 orang dengan keluhan mata perih, iritasi kulit, dan sesak napas. Ia mengakui jika ruang evakuasi menjadi terbatas karena penyebaran asap. Para korban ditangani di dekat sekretariat KSR yang tidak terlalu terdampak. 

“Kita perlu ambulans, tapi riskan untuk datang ke sini [Unpas] karena setelah penembakan ambulans gak bisa masuk,” jelas Rafa. 

Rafa menjelaskan bahwa, selepas jam 10 malam, bantuan penanganan tidak diperbolehkan memasuki kampus. Hal ini terlihat dari kejadian hilang dan tertahannya 2 bantuan yang seharusnya diterima. Menurut penuturannya, ojek online pengantar barang dihadang intel, sehingga mencegah bantuan sampai ke KSR.

Rosid selaku Kepala Unit Satpam Unpas memaparkan bahwa, penembakan tersebut berasal dari jalanan, hingga terdapat total 48 tutup selongsong gas air mata yang ditemukan di pelataran kampus. Penembakan tersebut mengenai jendela masjid dan meninggalkan bekas tembakan di dinding. 

“Kondisi gerbang ditutup, asalnya dia [aparat] mau maksa masuk, tapi dihalangi satpam agar gerbangnya jangan sampai dibuka,” jelas Rosid. 

 

NIPA RIANTI NUR RIZKI DEWI

Editor: TRISYA ZAHIRAH A.P.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *