Potret titik rembes Parkiran Ijo (Parjo) pada Jumat, 28 November 2025 di Kampus IV Unpas Setiabudi. (Ega Ghani Pratama/JUMPAONLINE)

Kampusiana, JumpaonlineSetelah terbitnya berita pada laman jumpaonline.com  mengenai “Fondasi Bermasalah, Parkiran Ijo Unpas Perlu Tindakan Cepat” pada 23 Desember 2024, kini mahasiswa kembali merasakan keresahan mengenai bangunan tersebut. Hal ini disebabkan adanya titik rembes yang muncul dan mengakibatkan kendaraan mereka menjadi basah, terutama saat turun hujan. Saat ini pihak kampus sedang berupaya memperbaiki fondasi parkiran.

Muhammad Dafa Juliawan Ghani, mahasiswa jurusan Teknik Industri, angkatan 2025, mengeluhkan kondisi titik rembes, terutama di lantai dua dan tiga Parjo. Dafa mengatakan bahwa, setiap kali hujan lokasi Parjo mengalami kebocoran. Ia juga mengkhawatirkan barang-barang yang disimpan di dashboard motor menjadi basah dan kotor.

“Kalau keadaan kayak gini motor kita yang pasti jadi kotor, terus basah. Belum juga kalau misalnya di jok motor atau di dashboard kita ada barang-barang berharga ikut basah juga,” ujarnya pada saat diwawancarai Jumat, 28 November 2025.

Hal serupa disampaikan oleh Anjar Prananda, mahasiswa jurusan Teknik Mesin, angkatan 2022, yang turut merasakan dampak munculnya titik rembes. Ia juga menambahkan bahwa air rembesan hujan membuat kendaraannya berpotensi berkarat. Anjar juga mengharapkan perbaikannya cepat selesai.

“Di sebelah sini [bagian pinggir Parjo], pinggir-pinggir dekat selokan. Rembesnya netes gede gitu, kalau hujan kelihatan. Bisa membuat kendaraanya mungkin kotor, terus juga bisa karatan. Harapan saya ditingkatin lagi keamanannya dan semoga perbaikannya cepat selesai” ucapnya.

Menanggapi permasalahan itu, Kepala Bagian Rumah Tangga, Dadang Saba, menjelaskan bahwa permasalahan tersebut muncul akibat kemiringan fondasi, dikarenakan ketidakstabilan struktur tanah. Untuk mengatasi hal tersebut pihak kampus mengambil tindakan dengan membuat fondasi baru agar kekuatannya lebih stabil.

“Kolom yang dari WF (Wide Flange) menuju struktur tanahnya tidak stabil, jadi miring sedikit. Makannya bikin pondasi baru biar kekuatannya stabil. Perbaikannya sudah hampir mau tiga minggu berjalan, sudah beres. Tinggal menunggu kepadatan struktur beton,” pungkasnya.

 

EGA GANI PRATAMA

FAISAL DWI RAHARJA

Calon Anggota Muda LPM ‘Jumpa’ Unpas

Editor: KINANTI ROSNENDAH TAKARIA

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *