Ilustrator: Khairan Dayoung Dermawan

Kampusiana, Jumpaonline– Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Ulul Abshor Universitas Pasundan (Unpas) Lengkong, mengadakan program mentoring Pendidikan Agama Islam (PAI) wajib bagi seluruh mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Angkatan 2025 terutama bagi yang beragama islam. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Aula Suradiredja mulai Desember 2025 hingga awal Januari 2026 sebagai bentuk perwujudan dari visi Universitas Pasundan, yakni Pengkuh Agamana. Namun bentuk informasi yang tersedia menimbulkan kebingungan di kalangan mahasiswa non-muslim dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Angga Pratama, selaku Ketua DKM Ulul Abshor, menjelaskan bahwa bagi non-muslim tidak diwajibkan untuk mengikuti kegiatan mentoring PAI. Namun, apabila ada mahasiswa non-muslim yang ingin ikut serta dan mempelajari materi keislaman dalam jadwal DKM, kegiatan mentoring ini tetap terbuka bagi mereka.

”Untuk sementara ini konsep mentoring agama selain Islam tuh kita menyerahkan ke rumah ibadahnya masing-masing gitu. Saat pembahasan terakhir dengan ketua PMK [Persatuan Mahasiswa Kristen] itu, kami menyerahkan  sama [mereka]. Jadi kita hanya menerima laporan kegiatannya saja,” jelasnya.

Dewi Asri Yustia, Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, Alumni, Agama, dan budaya, ia menjelaskan bahwa kebijakan yang diterapkan bagi mahasiswa non-muslim akan disesuaikan dengan surat edaran universitas yang di mana ditetapkannya ketidakwajiban dalam keikutsertaan mentoring dan juga harus mengikuti kegiatan ibadah agamanya.

“Seperti Kristen ya, nanti ‘kan dia harus mengikuti kegiatan di gerejanya, nanti gerejanya itu akan mengeluarkan sertifikat sebagai bukti bagi kami [bahwa], dia mengikuti kegiatan keagamaan sesuai dengan agamanya. Nanti sertifikatnya dijadikan sebagai salah satu komponen penilaian oleh dosen PAI,” paparnya.

Butar-Butar, Angeline Joelita C., Mahasiswa Fakultas Hukum Angkatan 2025, ia menanggapi berita mengenai adanya mentoring PAI dinilai positif untuk memperdalam ilmu agama. Ia juga merasa dengan adanya mentoring tersebut dapat memberikan arahan serta mengambil hikmah yang disampaikan oleh pemateri.

“Berharap [fakultas mengadakan mentoring untuk non-muslim] sih, Jadi kayak kita juga sama-sama saling mengenal, bukan [hanya] agama muslim saja. Lebih dekat mendalami agama,” pungkasnya.

 

MUHAMMAD FARID

YASMIN AZMI RAMADANI

CALON ANGGOTA MUDA LPM ‘JUMPA’

Editor: NIPA RIANTI NUR RIZKI DEWI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *