Potret mahasiswa yang sedang mengeluarkan kendaraan roda dua di antara kepadatan kendaraan di area Kampus II Tamansari Universitas Pasundan pada Rabu, 25 Februari 2026. (Khairun Nisya/JUMPAONLINE)

Kampusiana, Jumpaonline – Padatnya jumlah kendaraan roda empat di area Kampus II Universitas Pasundan Tamansari menyebabkan mahasiswa kesulitan mencari lahan parkir. Situasi ini terjadi karena menumpuknya kendaraan tamu undangan yang menghadiri acara Sosialisasi Aplikasi Promosi dari Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan. Akibatnya mobilitas keluar masuk kendaraan serta akses jalur pejalan mahasiswa pun menjadi terganggu.

Aulia Dwi Ardiana, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2023, menuturkan bahwa ia terpaksa harus memarkirkan kendaraan bermotornya di kawasan yang bukan area parkir, karena sulit mencari lahan. Menurutnya, kendaraan roda empat milik tamu undangan sebaiknya ditempatkan di area halaman belakang kampus agar parkiran bisa dimaksimalkan oleh kendaraan milik mahasiswa.

“Karena kan kita juga mahasiswa ya disini, jadi kita berhak dong [atas] lahan parkirnya,” ujar Aulia.

Azril Dava Ilham, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2025, turut mengungkapkan bahwa dirinya pun kesulitan ketika mencari lahan parkir. Menurutnya, situasi ini terjadi karena kurangnya lahan parkir serta pengelolaannya yang harus diperhatikan.

“Biasanya parkir di basement tapi parkirannya penuh, jadi parkir disini aja [samping panjat tebing],” tuturnya sambil mengenakan helm.

Rosid, selaku Kepala unit keamanan Kampus Tamansari menjelaskan, kondisi parkiran pada hari perkuliahan biasa pun memang sudah cukup padat, bahkan saat ada acara–akan bertambah padat lagi. Menurutnya, panitia penyelenggara tidak ada koordinasi perihal pelaksanaan acara ini. Hal tersebut membuat pihak keamanan tidak bisa memperkirakan banyaknya kendaraan yang masuk ke area kampus hingga akhirnya membludak.

“Padahal, sebelumnya [kami memiliki] antisipasi dengan memberi surat pemberitahuan ke perumahan belakang, agar bisa leluasa mengalihkan kendaraan kesana,” Ucapnya.

Ia pun menyayangkan kondisi ini yang terjadi akibat sarana lahan parkir yang kurang. Menurutnya, mahasiswa menjadi kesulitan mencari tempat parkir karena banyak kendaraan roda empat masuk ke area kampus. 

“Untuk alternatif sehari-hari, biasanya bapak sering mindah-mindahin mobil milik karyawan, biar mahasiswa bisa parkir. Kan kasian mahasiswa udah bayar fasilitas, tapi malah disuruh parkir diluar,” pungkasnya.

 

KHAIRUN NISYA

Editor: ASTI PRESTIANA DEWI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *