
Kau anggap apa yang kusuarakan adalah seonggok gumpalan kertas yang menurutmu tidak ada nilai pentingnya sama sekali. Memang tidak penting adanya, karena kau tak pernah merasakannya.
Kau pun termakan juga, mudah digembala begitu saja. Lihat sekarang di mana kakimu sedang berpijak. Ah, tak mungkin kau peduli, selagi perutmu kenyang dan kau masih bisa bersenda gurau bersama kawananmu yang lain, itu bukanlah sebuah masalah.
Mungkin kau merasa aman, duduk manis, dan hanya tahu bagaimana caranya tertawa. Semua tidak demikian aku rasakan dengan sepenuhnya. Ku paham kalau sebenar-benarnya tidak ada kata aman di tempat ini. Ku ingin melawan, namun bagimu itu adalah sebuah perilaku bengal, tidak taat pada moral, tidak taat pada aturan mereka. Ku ingin berontak, tapi bagimu itu adalah perilaku yang egois, dramatis, dan salah.
Terkadang, kurapalkan doa kepada dia yang maha esa. Semoga kita semua masuk neraka.
TRISYA ZAHIRAH A. P.
