Potret Diskusi Bedah Buku “Kronik Penculikan Aktivis dan Kekerasan Negara 1998” di Perpustakaan Ajip Rosidi, pada Minggu, 11 Februari 20204. (Dina Lusiana/JUMPAONLINE)

Bandung, Jumpaonline Muhidin M. Dahlan yang kerap disapa Gus kembali menerbitkan sebuah buku berjudul Kronik Penculikan Aktivis dan Kekerasan Negara 1998. Buku ini terdiri dari kumpulan kliping koran yang terfokus pada tahun 1998 dan kemudian dibahas dalam ruang diskusi pada 11 Februari 2024 di Perpustakaan Ajip Rosidi. Diskusi ini bertujuan untuk mengajak pembaca mengingat kasus-kasus yang pernah terjadi dan belum terselesaikan hingga saat ini.

Gus, penulis buku Kronik Penculikan Aktivis dan Kekerasan Negara 1998, mengatakan bahwa dalam proses pembuatannya, ia melakukan teknik kliping yang dapat mengefisiensi waktu, sehingga hanya membutuhkan 12-13 hari dengan menghabiskan durasi waktu 22 jam/hari. Ia pun berencana akan melahirkan karya serupa, karena menganggap saat ini masih kekurangan buku yang dapat menjadi sarana dokumentasi.

“ Saya tiba-tiba berubah menjadi sastrawan, berubah menjadi orang kreatif ketika menyusun buku ini. Saya bayangkan ada drama di dalamnya,” ujar Gus.

Gus menambahkan, bahwa kumpulan kliping ini juga dapat membantu proses berpikir, karena penyusunannya harus mempunyai amunisi berpikir keras. Menurutnya, pembuatan kliping adalah kerja intelektual yang mengandalkan imajinasi.

“Ini adalah paham dasar untuk menciptakan cerita. Jadi, untuk menyusun kliping sama seperti menyusun novel,” ujar Gus.

Suci, peserta diskusi, merasa bahwa pada awalnya kliping seperti karya yang mudah dan tidak penting, tapi sebenarnya kliping memiliki peran yang sangat penting untuk merawat ingatan. Ia juga menambahkan, bahwa kliping dapat menjadi sarana dokumentasi  arsip yang penting.

“Aku jadi memiliki insight untuk belajar kliping lebih dalam lagi. Dan, aku ingin mengonsolidasikan kepada teman-teman, karena menjadi salah satu cara untuk memperhatikan waktu dan konteks agar rapi dan dirawat,” ujar Suci.

 

DINA LUSIANA

Anggota Muda LPM ‘Jumpa‘ Unpas

Editor: ADINDA MALIKA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *