Siti Desintha, menjadi pembicara dalam diskusi karya fotografi yang bertajuk 'Tentang Mereka'. Diskusi itu dilaksanakan pada Selasa, 5 Oktober 2015 pukul 15.00. (SUDURY SEPTA MARDIAH/Jumpaonline)
Siti Desintha, menjadi pembicara dalam diskusi karya fotografi yang bertajuk ‘Tentang Mereka’. Diskusi itu dilaksanakan pada Selasa, 5 Oktober 2015 pukul 15.00 di s.14 jl. Sosiologi no 14 Bandung. Puluhan peserta mengikuti acara tersebut. (SUDURY SEPTA MARDIAH/Jumpaonline)

Bandung, Jumpaonline Sita Desintha, atau akrab disapa Tata kembali menorehkan karyanya dalam pameran fotografi yang bertajuk Tentang Mereka. Pada Selasa, 5 Oktober 2015 ini, Tata membuka acara diskusi karya fotografinya yang dihadiri oleh puluhan peserta dari remaja hingga dewasa. Tata menuturkan, bahwa dalam karyanya kali ini ia mengangkat tema tentang kucing lokal atau biasa disebut kucing kampung.

“Melalui foto sederhana ini saya ingin menampilkan kucing kampung, sederhananya saya hanya ingin mengatakan bahwa mereka ada,” ucap Tata, selepas acara diskusi.

Selain karena mencintai kucing, Tata mengangkat tema ini karena kucing kampung itu hidup berdampingan dengan manusia. Sayangnya terkadang ia dipandang sebelah mata oleh orang-orang dan tidak berkelas. Bahkan sering pula kucing kampung disakiti oleh manusia yang dianggap sempurna memiliki akal, hati, dan pikiran.

Puluhan foto karyanya disajikan dalam warna hitam dan putih agar menguatkan karakter gambar. Tata menghabiskan waktu hampir satu tahun untuk mengumpulkan foto yang akan dipilih untuk ditampilkan. Proses pengambilannya pun cukup sulit karena harus menunggu dalam waktu yang lama untuk mendapatkan moment yang tepat.

“Tidak cukup sekali hunting, setelah menunggu lama malah suka gak ada hasilnya,” ucapnya.

Untuk menggelar pameran ini, tak sedikit dana yang harus dikeluarkan karena acara tersebut adalah pameran tunggal. Acara ini dilaksanakan dari 5 – 10 Oktober 2015 di di s.14 jl. Sosiologi no 14 mulai pukul 15.00 hingga selesai.

“Masih kurang dari 10 juta untuk mengadakan pameran ini, tapi itu sebagai bukti kecintaan saya pada kucing,” katanya.

SUDURY SEPTA MARDIAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *