Potret lapakan buku “Ruang Studi Alternatif” pada Sabtu, 14 Januari 2023.

Kampusiana, Jumpaonline – “Lapak buku ini pada awalnya dari kesadaran saya bahwa minimal dari prodi PBSI punya minat baca yang tinggi, karena sastra dan membaca menjadi suatu hal yang enggak bisa dipisahkan,” ujar Fadhlan, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Unpas angkatan 2020 yang merupakan salah satu penggiat lapak buku bernama Ruang Studi Alternatif.

Ruang Studi Alternatif pertama kali dilaksanakan pada awal tahun 2022 di Kampus II Unpas Taman Sari. Biasanya kegiatan dilaksanakan di malam Minggu dengan teknis pelaksanaan cukup membaca langsung buku-buku yang tersedia. Selain itu, dapat juga berdiskusi mengenai apa yang telah dibaca.

“Untuk awal-awal berdiri, lapak buku ini selalu diadakan di malam Minggu, karena yang mengelola cuman bertiga. Mungkin untuk ke depannya, kita bisa adakan di hari-hari lain, misalnya di malam Selasa atau Kamis untuk menambah waktunya lagi,” ungkap Fadhlan.

Lapak buku ini terbuka untuk umum sehingga siapa pun boleh datang untuk membaca, berdiskusi, ataupun berdebat mengenai masalah apapun, karena lapakan buku ini menjadi ruang untuk berdialektika. Buku-buku yang tersedia juga beragam, walaupun kebanyakan mengenai politik dan sastra, karena hampir semua buku yang disediakan merupakan buku pribadi.

Fadhlan menjelaskan bahwa antusiasme mahasiswa untuk kegiatan ini masih belum banyak. Namun, tujuannya dalam mendirikan lapak buku adalah sebagai wadah baginya untuk berdiskusi dengan pengunjung lapakannya.

“Meskipun misalnya saya ketemu dia lagi, dia lagi, ya gapapa, karena seiring berjalannya waktu pemikirannya akan berubah lagi. Bisa ada hal-hal baru yang diceritain,” ungkapnya.

Hanif, salah satu pembaca dari lapakan buku Ruang Studi Alternatif, mengapresiasi lapakan yang disediakan. Menurutnya, lapakan buku ini menjadi suatu hal yang kreatif dan bisa menambah wawasan ketika membaca bukunya.

“Harapan saya, semoga orang-orang tertarik pada lapakan buku ini dan terus ditingkatkan lagi untuk berdiskusi,” pungkasnya.

SALMA SYAHWA HAFIDZA

Calon Anggota Muda LPM ‘Jumpa’

Editor: SIFA AINI ALFIYYAH

6 thoughts on “Lapak Buku ‘Ruang Studi Alternatif’, sebagai Ruang Diskusi Mahasiswa”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *