Wali Muda sedang mengenalkan Pembela Pers yang terletak di Basement Unpas Lengkong Besar kepada mahasiswa baru pada Sabtu, 9 September 2017. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Tour Kampus FH Unpas. (Magfirah Ramadhani / JUMPAONLINE)

Lengkong Besar, Jumpaonline – Fakultas Hukum (FH) Universitas Pasundan (Unpas) mengadakan tour kampus di kampus Unpas Lengkong pada Sabtu, 9 September 2017. Kegiatan ini merupakan rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi mahasiswa Baru (PKKMB) yang telah berlangsung selama tiga hari. Hal ini membuat FH berbeda dengan fakultas lain dalam pelaksanaan PKKMB-nya.

Zelda Ksatria, Ketua Pelaksana mengatakan bahwa setiap tahun tour kampus selalu menjadi bagian dari acara ospek. Hal ini dilakukan selain untuk memahami arti perguruan tinggi, kegiatan ini diharapkan dapat mengenalkan pola lingkungan kampus kepada mahasiswa baru. Terutama setiap lembaga yang ada di dalam kampus.

“Ya kenapa tour ini dilakukan karena kebanyakan mahasiswa baru nggak tahu, seperti kemana harus membayar kuliah atau sebagainya,” ucap Zelda Ksatria saat di wawancarai oleh Jumpaonline.

Tour Kampus diawali dengan titik kumpul di Aula Suradiredja Unpas Lengkong Besar. Mahasiswa baru kemudian dibagi ke dalam tiga kelompok. Dari aula, kelompok pertama turun melalui akademik, kemudian disusul oleh kelompok kedua yang turun melewati tangga menuju koridor, sedangkan kelompok ketiga mengikuti alur yang telah dilewati oleh kelompok satu.

“Kenapa hal ini dilakukan? Ya biar gak terjadi tubrukan antar kelompok,” ucap Zelda lagi.

Setiap kelompok akan dipandu oleh tiga panitia yang terdiri dari Wali Muda (Laisson Officer), Divisi Peradilan (Komisi Disiplin), Divisi Acara, dan P3K. Pengenalan dimulai dari kelas, Lab. Hukum, Lab. Bahasa, perpustakaan, kantin, hingga parkiran diperkenalkan oleh ketiganya kepada mahasiswa baru.

Dima Fajar, mahasiswa baru mengatakan, bahwa Tour Kampus merupakan program yang bagus. Namun sayangnya, kegiatan ini masih kurang efektif, karena mahasiswa baru yang tidak menyimak. Selain itu, pengenalan tata letak ruang dan tempat masih tidak bisa dilakukan secara spesifik.

“Sudah bagus sih, tapi cuma lain kali bisa masuk satu-satu ke dalam ruangannya, lebih spesifik lagi, dan lebih detail,” ucap Dima.

GITA GISELA

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *