Malam antara 30 September-1 Oktober 1965 tragedi itu terjadi
Malam itu buas menjelma menjadi algojo kehidupan
Jerit tangis bayi menghentak malam
Dini hari berubah menjadi mencekam
Darah bercucuran, membasahi tanah merah yang kerontang

Ada apa?
Mengapa?
Seribu pertanyaan menghantui tentang mereka yang hilang
Jiwanya hilang, raganya hilang
Oh Tuhan!

Apakah ini pertanda kemanusiaan tak ada artinya?
Irma kecil tak berdosa, tak bisa berontak
Malam itu ia berpulang ke Tuhan
Kudeta kekuasaan, itukah sebabnya?
6 orang perwira militer pergi selamanya
Bersemayam dalam gelapnya lobang buaya

Yani dimana?
Pandjaitan, kenapa ia jadi korban?
Suprapto tak berdaya
“Hahahaha,” ada yang girang
Merekakah pelakunya?

Sutoyo mengerang kesakitan
Haryono dianiaya
Sutoyo pun tak jauh beda
Sementara itu tanduk Demokrasi Terpimpin mulai goyah

Siapa yang bertanggungjawab?
Berapa lagi jiwa yang akan hilang?
“Ganyang Aidit..!!” teriak kerumunan di pinggir jalan

Kejadian apa itu?
“G30S/PKI!” hasut beberapa orang
Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia?
Ya mereka menyebut demikian

Di lain waktu, Singa Podium terperanjat
“Gestok!” begitu ia menyebutnya
Gerakan Satu Oktober

Benarkah demikian?
Di surat kabar ramai beritakan
Tentang kejadian malam yang mengerikan itu
Siapa dalangnya?

Tapi ada yang dibelokkan
Calon penguasa baru menyebutnya Gestapu
Gerakan September Tiga Puluh

Kita jadi teringat Gestapo
Pasukan milter rahasia Hitler yang kejam
Adakah kesamaannya?
Atau hanya kebetulan?

Kita bertanya
Tapi pertanyaan kita sering terbentur meja kekuasaan
Kita hanya bisa bungkam
Melihat keadaan

Sudah terlalu lama kita menunggu
Tentang hilangnya Nyoto
Dan jutaan lagi nyawa melayang
Lenyap, bagai ditelan bumi

Aku di sini berdoa
Bersimpuh
Menengadahkan tangan kepada Tuhan
Nuraniku menangis
Hatiku tercabik
Melihat kenyataan sejarah

Semoga tak terjadi lagi
Kisah pilu yang menusuk sukma
Tentang kelamnya malam
Bersamaan dengan aliran darah bercucuran

Kebenaran harus tetap dikabarkan
Karena itu tujuan kehidupan
Tentang satu makna
Kita semua akan kembali kepada Tuhan

AGUNG GUNAWAN SUTRISNA
Malam antara 30 September-1 Oktober 2013, 01.52 WIB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *