Asa
Seorang puan dengan wajah sayu Terpincang-pincang jalannya Terdengar setiap degap-degup detaknya Nafasnya pun terengah-engah Ia mendera, menderu, menderaikan rasa Raganya…
Seorang puan dengan wajah sayu Terpincang-pincang jalannya Terdengar setiap degap-degup detaknya Nafasnya pun terengah-engah Ia mendera, menderu, menderaikan rasa Raganya…
Indah perwujudan dirimu Memancar cahaya kedamaian Lembut dirimu, putih jiwamu Cinta Deras hujan angin kencang malam itu Menyibak belenggu di…
Sebuah kota tampak megah dan berjaya Penuh dihuni manusia Cerdik berlogika bahkan gagah Namun ada kejanggalan yang nyata Di sana,…
Di atas atap rumahku, hitam Seorang ahli perenung berkata: Keluarlah dari bui jiwa dan jangan lihat batu bata yang jelek…
Diamku bukan berarti sembuh Tawaku bukan berarti pertanda Inginku berteman dengan sunyi agar tak ada orang yang berbisik Haruskah aku…
Kamu bilang kamu pahlawan? Ketika yang kamu lakukan hanya berkoar-koar tanpa makna dengan raut wajah angkuh Kamu bilang kamu pahlawan?…
Di bagian itu, di pinggir lekukan pohon yang hitamnya masih kentara, harus kau goreskan lagi warnanya. Lantas, warna putih kau…
Aku adalah kekosongan yang mengisi ruangRuang yang kosongRuang yang hampaKosong adalah kewajaranRuang adalah keseimbangan Kewajaran dan Keseimbangan berbenturanMengisi keadaanKeadaan ruang…
Sang fajar baru saja menampakan sinarnya Langkah kakinya begitu bersemangat Ia memulai harinya dengan bersujud kepada sang pencipta Agar langkahnya…
Tentu, tentu aku tidak membunuhnya dengan tanganku sendiri. Untuk apa? Aku bisa membunuhnya melalui tangan orang lain, sama seperti yang…