
Universitas Pasundan (Unpas) melaksanakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang berlangsung selama dua hari, sejak tanggal 16-17 September 2025. Kegiatan ini berlokasi di gedung Sasana Budaya Ganesha. Pada hari kedua, seluruh acara dikhususkan untuk agenda penampilan sekaligus pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada di lingkungan Unpas. Di setiap penampilan, disuguhi dengan gaya khas dari masing-masing UKM.

Kegiatan demo UKM diawali oleh penampilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di hari pertama, tepat sebagai penghujung di serangkaian acara. Fadli, selaku ketua DKM Ulul ‘Ilmi Universitas Pasundan, menjelaskan bahwa konsep film pendek dari DKM Ulul ‘Ilmi dan Ulul Albaab mengangkat tema solidaritas terhadap saudara-saudara di Palestina sebagai bentuk dukungan dan refleksi bersama. Sementara itu, Angga, perwakilan DKM Ulul Abshor, menyampaikan bahwa film pendek bercerita tentang seorang pemuda yang baru memasuki dunia perkuliahan tetapi terseret pergaulan kampus yang kurang baik. Fadli menegaskan bahwa DKM bukan hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang sudah alim atau lulusan pesantren, tetapi terbuka bagi siapa saja yang ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Ellisa Rafa selaku ketua pelaksana dari Koordinator Olahraga Mahasiswa (KOM) menjelaskan bahwa, mereka menjelaskan perihal 12 cabang olahraga (cabor) yang ada di KOM. Dengan begitu, para mahasiswa baru bisa melihat kalau KOM tidak hanya berporos pada satu cabang olahraga saja.
“Jadi, kita ada kolaborasinya seperti silat dengan taekwondo, taekwondo dengan karate,” papar Ellisa. Tidak lupa, KOM juga memperkenalkan keorganisasian yang ada lewat company profile yang ditayangkan. Selain itu KOM juga menampilkan unjuk bakat anggota yang tergabung dalam setiap cabor. Dengan penyajian tersebut, KOM berharap para mahasiswa baru (maba) bisa turut menyalurkan bakat dan prestasi bidang olahraga dengan bergabung bersama mereka.

Penampilan UKM selanjutnya ialah KSR Unpas yang menyuguhi penampilan dengan mengambil konsep Vertical Rescue. Rifqi Hadiansyah selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa, mereka menampilkan dua korban yang terluka dengan cukup parah. Setelah itu, datanglah empat orang penolong yang masing-masing satu korban ditangani oleh dua penolong. Fokus utamanya adalah pada penampilan penolongan pertama.
“Setiap nyawa adalah sesuatu yang berharga. Apapun yang dia keluhkan, kami siap menolong,” jelas Rifqi. Ia pun mengatakan, konsep kali ini unik dan baru karena penampilan sebelumnya selalu mengambil konsep yang tahunan sudah ada. Poin utama yang menjadi fokus ialah, bagaimana mereka menyelamatkan seseorang dengan waktu yang singkat dan sebaik mungkin. Rifqi menjelaskan bahwa, semua orang harus sadar perihal keselamatan nyawa merupakan hal penting.

Mapak Alam turut meramaikan PKKMB demo UKM dengan menampilkan video yang berisi pengenalan Mapak Alam, kegiatan, hingga kegiatan yang rutin dilakukan oleh mereka. Abdul Hakim, selaku Ketua Satu memaparkan alasan mereka menampilkan video tersebut karena Mapak Alam kurang memungkinkan untuk melakukan penampilan atraksi, seperti yang ada pada penampilan KOM dan Lisma. Meskipun begitu, ia berharap Mapak Alam menampilkan sebuah atraksi entah itu repling menggunakan tali ataupun flying fox. Mapak Alam berharap mereka dapat menggaet banyak mahasiswa baru untuk bergabung lewat penampilan audio visual.

Berlanjut pada penampilan selanjutnya, yakni Menwa. Iqbal Maulana selaku ketua pelaksana menjelaskan konsepan yang mereka ambil adalah konsep koloni senjata militer yang biasanya digunakan untuk sebuah pertunjukan tertentu oleh TNI atau militer lain. “Intinya tuh lebih ke pengecekan senjata gitu, maknanya supaya menariklah buat para mahasiswa barunya. Karena sebenarnya konsepan ini juga lagi rame, tuh. Nah, kita coba buat PKKMB,” jelas Iqbal. Penampilan Menwa diharapkan dapat memberi dampak positif sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi para mahasiswa.

Kopma meramaikan demo UKM dengan kabaret yang diselingi dengan drama. Delia selaku Kabid Humas menyampaikan bahwa, cerita dalam penampilan drama adalah cerita tentang awal mulanya Kopma berdiri. “Kalau maknanya sih, kita menunjukkan rasa kekeluargaan yang kuat. Tadi tuh bukan cuman pengurus doang yang tampil melainkan ada anggotanya juga. Tidak ada batasan antara pengurus dan anggota [dan] bener-bener menyatu,” jelas Delia.
Ia juga memberikan gambaran pada maba perihal kegiatan dan keuntungan yang akan mereka dapatkan nantinya. Lewat dialog yang mereka tampilkan, mereka menjelaskan dan mengajak maba untuk bergabung. Kopma berharap dapat semakin dikenali oleh maba dan mengubah pandangan orang lain tentang Kopma yang kerap dianggap membosankan.

Alsha selaku Sekretaris Umum menyampaikan, bahwa konsep penampilan yang diambil oleh Racana mengusung hal yang sedang digemari, seperti lagu Tabola Bale dan lagu viral lainnya. Hal ini sebagai bentuk untuk membangkitkan kembali Racana Unpas. Ia juga menjelaskan bahwa, Racana mengajak 8 murid SMA Pramuka penegak untuk turut memeriahkan penampilan. Sisingaan yang disuguhi pun menjadi poin utama dalam penampilan bertujuan untuk menunjukkan kepedulian terhadap budaya Sunda.
“Di pramuka itu bukan hanya PBB, tapi ada semua bidang, ada kesenian, fotografi, dan [lain-lain] semuanya ada di pramuka. Namun kita belum terlihat, nah sedikit demi sedikit kita perlihatkan,” jelas Zaidan selaku Dewan Pengurus Harian (DPH) sebagai Logistik. Dengan dua sisingaan yang dibawa saat penampilan, mereka mengangkat wakil rektor dan ketua Kwarcab sebagai salah satu bentuk penampilan mereka. Melalui penampilan tersebut, mereka berharap bawa bisa menggaet maba untuk bergabung.

Di penghujung acara, ada Lisma yang turut menampilkan penampilan dengan pengenalan DPH lewat film pendek yang terinspirasi dari gabungan film Now You See Me dan Mencuri Raden Saleh. Setelah itu, dilanjutkan dengan penampilan drama musikal yang menjelaskan lima unit di Lisma. “Nah, buat yang penampilan drama musikal tadi maknanya lebih ke kita itu terdiri dari unit yang berbeda tetapi bisa berkesinambungan gitu. Tidak ada berkubu-kubuan tapi, ya, punya satu jalanlah,” jelas Aqval selaku Humas Internal Lisma.
Selain itu, Aqval pun menjelaskan poin yang menjadi fokus penampilan yakni melalui beberapa momentum yang relevan dengan realita sekarang, contohnya menyinggung perlakuan aparat beberapa waktu terakhir. Mereka ingin mewakili perasaan maba melalui penampilan Lisma, sehingga para maba tertarik untuk bergabung. Ia berharap Lisma dapat beregenerasi yang dapat memunculkan ide-ide baru dalam berkarya.
TRISYA ZAHIRAH A. P.
foto: KHAIRUN NISYA & KINANTI ROSNENAH TAKARIA
editor: NIPA RIANTI NUR RIZKI DEWI
