
Kampusiana, Jumpaonline — Proyek pembangunan di Kampus I Universitas Pasundan (Unpas) Lengkong menimbulkan sejumlah kendala bagi sebagian mahasiswa terkhususnya di area Fakultas Hukum. Aktivitas perkuliahan dan mobilitas kampus menjadi terganggu akibat penyempitan jalur dan area yang terdampak proyek.
Natasya Zikra, Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum angkatan 2024, mengeluhkan akses jalan yang menjadi terhambat akibat pembangunan yang tengah berlangsung, sehingga mahasiswa harus memutar sedikit lebih jauh untuk mencapai ruang perkuliahan. Ia menambahkan, jika ke depannya akan diadakan pembangunan kembali, diharapkan prosesnya dapat lebih memperhatikan kenyamanan mahasiswa, terkhusus pada saat aktivitas perkuliahan berlangsung.
“Saya sebenarnya support banget sama langkah kampus buat nambah fasilitas, cuma sebisa mungkin prosesnya bisa lebih memperhatikan situasi di kampus,” ucapnya.
Yutfi Istiqomah, salah satu Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum, turut mengeluhkan, mobilitas di sekitar kampus yang menjadi terganggu, terkhususnya area parkir yang menjadi padat dan macet. Ia pun menambahkan bahwa dari pihak kampus sendiri tidak memberikan pemberitahuan terkait pembangunan yang sedang berlangsung di area kampus Lengkong.
“Pembangunan ini mengganggu parkiran karena area sekitar yang sedang dibangun itu biasanya buat parkiran. Sekarang di samping-samping jalan depan kampus itu banyak motor [parkir] dan bikin macet,” tuturnya.
Firdaus Arifin, selaku Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Sistem Informasi Fakultas Hukum Unpas, menyatakan bahwa pembangunan ini rencananya akan dibuat sebagai ruang teras terbuka bagi mahasiswa.
“Proyek ini berjalan dari pertengahan September dan direncanakan selesai pada akhir Oktober,” ucapnya saat diwawancarai pada Jumat, 10 Oktober 2025.
Ia menambahkan bahwa pembangunan ini merupakan salah satu proyek lanjutan yang digagas oleh Dekan Fakultas Hukum di tahun sebelumnya, dan diharapkan dapat menjadi sarana pendukung untuk meningkatkan kenyamanan bagi mahasiswa.
MOCH. RAFI GUSTIAWAN
Editor: KINANTI ROSNENDAH TAKARIA
