
Kampusiana, Jumpaonline- Universitas Pasundan (Unpas) kembali menyelenggarakan sidang terbuka senat dalam rangka wisuda gelombang II tahun akademik 2025/2026 yang dihadiri oleh 1.075 wisudawan. Acara ini bertempat di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, Sabtu, 13 Juni 2026. Pada wisuda kali ini, pihak universitas menaruh perhatian besar pada kesiapan para lulusan dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Rektor Unpas, Azhar Affandi, menyampaikan bahwa salah satu tantangan dari para alumni saat ini adalah perkembangan teknologi yang sangat pesat. Oleh karena itu, beliau menekankan bahwa ijazah formal saja tidak cukup, wisudawan juga perlu memiliki sertifikasi keahlian tambahan agar mampu bersaing dalam dunia kerja.
“Kami sudah membentuk lembaga-lembaga [sertifikasi] tiap fakultas untuk bisa meningkatkan kompetensi, sehingga bisa bersaing bukan hanya karena ilmunya saja,” ujarnya.
Selain merekomendasikan sertifikasi keahlian bagi wisudawan, Azhar juga mendorong kepada mahasiswanya untuk lulus tepat waktu. Hal itu didasari oleh cita-cita Unpas guna meningkatkan citranya baik di tingkat regional maupun nasional, sehingga tidak kalah saing dengan kampus lainnya.
“Itulah yang kami lakukan [untuk mendapat predikat kampus unggul], sehingga mereka sudah bisa masuk ke perusahaan dan punya bekal yang cukup,” ucapnya.
Sementara itu, Chaterine Egha, wisudawan terbaik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, mengaku bahwa pencapaian tersebut tidak mudah ia raih di tengah kesibukan berorganisasi. Chaterine terbiasa merekam materi perkuliahan untuk dipelajari kembali melalui metode mendengar (listening), sehingga dapat lulus dengan tepat waktu.
“Sekarang [saya] lagi mengusahakan untuk lanjut berkuliah,” jelasnya.
Meski demikian, ia menilai bahwa keberhasilannya selama menjalani perkuliahan tersebut tidak lepas dari dukungan sekitarnya. Chaterine menyampaikan, bahwa prestasi yang ia peroleh sebagai wisudawan terbaik sepenuhnya dipersembahkan kepada orang tuanya.
“Karena yang jadi pendukung terbesar itu orang tua. Aku cuman disuruh belajar, jadi ya sudah, dinikmati saja,” pungkasnya.
DINDA PUTRI MAHARANI
Editor: FAISAL DWI RAHARJA
Anggota Muda LPM ‘Jumpa’ Unpas
