www.harianhaluan.com

Kala ini, saya sebagai mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi mahasiswa (Ormawa), merasakan potret yang abu. Tak usah saling menyalahkan, mungkin saya yang salah; terlalu apatis tidak mengikuti organisasi internal sehingga tidak dapat mengontrol alur organisasi maupun birokrasi. Pokok pembahasan akan saya kerucutkan pada civitas akademika maupun ormawa.

Turut berduka cita atas matinya rasa kemahasiswaan di kampus. Iya, mahasiswa yang sebenar-benarnya mahasiswa. Jika kita tengok ke belakang, mahasiswa dapat meruntuhkan rezim Soekarno–juga rezim Soeharto. Semangat mahasiswa yang berkobar melalui ‘aksi’ nyata, jika dibilang ini bukan zamannya ‘aksi’, lalu apa?

Apa kabar kampus Universitas Pasundan khususnya yang berada di Tamansari? Saya akan membawa tulisan lebih spesifik lagi oke–ya, terhadap Fakultas Ekonomi dan Bisnis–karena saya mungkin masih tercatat sebagai mahasiwa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pasundan tahun ini.

Mungkin saya akan bertanya terlebih dahulu pada pembaca yang masih tercatat sebagai mahasiswa.  Sekian lama menjadi mahasiswa FEB, adakah perubahan yang signifikan baik itu dari sistem birokrasi maupun kelembagaan? Pertanyaan selanjutnya untuk mahasiswa baru; Bagaimana perasaannya setelah masuk di FEB tercinta ini? Apakah dengan DPP sebesar itu, sudah layak ditunjang dengan fasilitas yang ada? Dan, apakah merasakan adanya kelembagaan mahasiswa yang ada dalam naungan pihak fakultas, seperti badan eksekutif maupun legislatif di tingkat Prodi dan Fakultas? Mungkin saya tidak akan membawa lembaga independen dalam keuangan mahasiswa fakultas seperti LKM FEB, karena produk politik ini tidak terjun langsung mengawasi mahasiswa–melainkan mengawasi keuangan ormawa.

Apa yang anda ketahui tentang pergerakan birokrasi tahun akademik 2017/2018 ini?

Saya terkaget-kaget ketika perubahan terjadi pada papan tebing yang tiba-tiba ditiadakan. Apa yang akan terjadi? Tidak ada informasi yang pasti terkait itu–baik dari birokrat maupun kelembagaan? Ataukah birokrat telah memberi sosialisasi pada perwakilan Ormawa, tapi tidak kunjung disampaikan kepada mahasiswa biasa seperti saya ini. Ah, saya pun tidak tahu akan itu. Kabar burungnya akan terjadi pembangunan, tapi tidak ada sosialisasi yang pasti akan ini kepada kami sebagai mahasiswa biasa.

Saya juga sedikit melongo terhadap kelas internasional yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang berada di lantai tiga, seperti simsalabim langsung diresmikan karena sebelumnya tidak ada isu yang terdengar kepada mahasiswa biasa. Tapi untuk ini, sedikit saya tahu peresmian kelas internasional terjadi ketika Dies Natalis FEB, tapi tidak semua orang tahu karena sebelumnya pula saya tidak mendengar akan ada acara seperti ini. Saya melihat ini di insta story teman saya, rasa-rasanya hanya tamu undangan saja yang berada di sana. Keresahan inipun berlanjut hingga ada mahasiswa pemberani yang menyuarakan kegelisahannya pada Tabloid Jumpa Unpas (produk dari UKM – Lembaga Pers Mahasiswa Unpas) pada edisi terbaru yang terbit akhir Februari ini.

“Kelas internasional menjadi perbincangan hangat bagi mahasiswa FEB. Kurangnya sosialisasi yang menyeluruh membuat kelas internasional tidak ada kejelasan. Dampaknya, mahasiswa menjadi bertanya-tanya mengenai kelas internasional. Saya rasa birokrat harus memberikan kejelasan agar mahasiswa FEB mendapatkan informasi yang tepat dari kelas tersebut?” – Gita Melati Sukma, Mahasiswa Akuntansi Universitas Pasundan.

Yang ingin saya tanyakan, ke mana kelembagaan mahasiswa? Padahal perkara mudah, tinggal mengirim surat untuk meminta sosialisasi kepada birokrat kampus. Apakah kelembagaan hanya fokus pada program kerja (proker) saja? Memangnya sejauh mana proker kelembagaan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis sehingga melupakan kewajiban sebagai penyambung lidah mahasiswa biasa seperti keresahan Gita Melati Sukma tersebut dengan pihak Birokrasi kampus. Ke mana pihak legislasi sebagai perwakilan mahasiswa yang duduk di kursi parlemen tersebut? Ah, lagipula badan perwakilan hanya namanya saja, yang saya rasakan BPM FEB tidak memiliki produk politik yang terasa oleh mahasiswa biasa.

Akhir kata, yang saya harapkan adalah kejelasan kelembagaan mahasiswa. Jangan hanya fokus terhadap program kerja saja karena bukan sebagai fulltime Event Organizer, tapi pikirkanlah keresahan mahasiswa biasa seperti saya dan Gita Melati Sukma, adakan agenda perihal  aspirasi terbuka dari mahasiswa untuk kelembagaan mahasiswa. Karena menurut hemat saya, kelembagaan mahasiswa tidak pernah mengadakan aspirasi terbuka dan hanya fokus kepada Program Kerja yang orang-orang kelembagaan harapkan saja. Lantas sudah pantaskah kelembagaan mahasiswa dibilang dari mahasiswa – oleh mahasiswa – untuk mahasiswa? Saya rasa yang lebih tepatnya lagi adalah dari mahasiswa organisatoris – oleh mahasiswa organisatoris – untuk mahasiswa organisatoris. Mahasiswa apatis bisa apa?

 

*Penulis adalah mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpas

32 thoughts on “Keresahan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis”
  1. I just couldn’t depart your website prior to suggesting that I actually enjoyed the standard information a person provide for your visitors? Is gonna be back often to check up on new posts

  2. Hello there I am so glad I found your web site, I really found you by mistake, while I was searching on Aol for something else, Anyhow I am here now and would just like to say thank you for a fantastic post and a all round exciting blog (I also love the theme/design), I dont have time to look over it all at the minute but I have book-marked it and also included your RSS feeds, so when I have time I will be back to read much more, Please do keep up the fantastic jo.

  3. Hey there would you mind letting me know which hosting company you’re working with? I’ve loaded your blog in 3 completely different web browsers and I must say this blog loads a lot quicker then most. Can you suggest a good web hosting provider at a reasonable price? Many thanks, I appreciate it!

  4. Hey there! I’m at work browsing your blog from my new iphone 3gs! Just wanted to say I love reading your blog and look forward to all your posts! Keep up the fantastic work!

  5. A fascinating discussion is worth comment. I believe that you should write more on this topic, it might not be a taboo subject but generally people don’t discuss such subjects. To the next! All the best!!

  6. It is perfect time to make a few plans for the future and it is time to be happy. I have read this post and if I may just I want to suggest you few fascinating things or advice. Perhaps you could write next articles referring to this article. I wish to read more things approximately it!

  7. I don’t know if it’s just me or if everyone else experiencing problems with your website. It looks like some of the text within your posts are running off the screen. Can someone else please comment and let me know if this is happening to them too? This might be a problem with my web browser because I’ve had this happen before. Kudos

  8. Hello there! This post couldn’t be written any better! Reading through this post reminds me of my previous room mate! He always kept chatting about this. I will forward this post to him. Fairly certain he will have a good read. Thanks for sharing!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *