
Kampusiana, Jumpaonline – Adanya kebocoran data mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) menyebabkan terjadinya serangan berupa spamming call serta percobaan masuk pada akun Google mahasiswa. Serangan ini terjadi sejak Sabtu, 15 November 2025, hingga tulisan ini terbit. Saat ini pihak kampus sedang melakukan investigasi yang ditangani oleh Satuan Pengelola Teknologi Informasi dan Komunikasi (SPTIK) Unpas.
Indah Lestari, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2024, menuturkan bahwa ia menerima serangan berupa masuknya panggilan telepon dari beberapa nomor yang tidak dikenal. Ia menerangkan bahwa ketika mengangkat panggilan masuk yang keenam kalinya, penelepon mengetahui nama lengkap dan alamat rumah. Pada saat itu, penelepon menyuruh untuk mendatangi Polda Jawa Barat yang berada di jalan Soekarno Hatta.
“Disitu saya langsung inisiatif buat rekam, karena itu pasti penipu. Dia [penelepon] mengaku dari Polda Jabar dan mengatakan bahwa data saya digunakan dalam tindak pidana,” terang Indah.
Ia juga menambahkan bahwa selang sehari setelah serangan telepon masuk, ia mendapat notifikasi percobaan masuk pada akun email miliknya pada Minggu, 16 November 2025. Dalam emailnya, terdapat nomor tertaut dengan kode yang sama pada telepon yang masuk sebelumnya.
“Kaget, tiba-tiba ada yang login, untung saya sudah aktifkan verifikasi dua langkah,” tambahnya saat diwawancarai.
Menanggapi hal tersebut, Yudi Garnida sebagai Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, SDM, dan Sistem Informasi, menerangkan bahwa saat ini kampus masih belum bisa mengambil kesimpulan bahwa kebocoran data mahasiswa tersebut berasal dari laman SITU 2.0. Adapun langkah taktis yang dilakukan kampus yaitu kampus melakukan penutupan akses publik pada dokumen digital, pengetatan izin akses Google Workspace, pemeriksaan ulang keamanan digital aplikasi internal fakultas, reset kredensial akun admin sistem, serta monitoring aktivitas akses yang berpotensi mencurigakan.
“Itu yang akan kami lakukan, saat ini juga sedang berlangsung proses investigasi mengenai data-data ini agar tau serangannya [masuk] lewat mana,” ucapnya saat diwawancarai di ruangannya.
Ia juga mengingatkanagar mahasiswa terus berhati-hati jika ada pihak yang mengaku-ngaku dari instansi manapun. Waspada jika mendapat informasi yang belum jelas.
“Jangan sampai mahasiswa tertipu, ini penipuan data. Menakut-nakuti dan nantinya mereka akan meminta uang kepada kita,” imbaunya.
KHAIRUN NISYA
Editor: NIPA RIANTI NUR RIZKI DEWI
