
Bandung, Jumpaonline – Sahabat Museum Konferensi Asia Afrika (SMKAA) menyelenggarakan Bandung Chronicles Games, yang bertempat di Museum Pos Indonesia dan Gedung Dwi Warna, Kota Bandung pada Sabtu 13 September 2025. Kali ini, SMKAA mengeksplorasi mengenai sejarah dan nilai-nilai Konferensi Asia Afrika melalui permainan interaktif berbasis peran (roleplay).
Senore Arthomy Amadeus, Ketua Komunitas, mengatakan bahwa, acara ini menjadi sarana untuk mengenalkan kembali nilai-nilai Konferensi Asia Afrika melalui pendekatan yang lebih segar. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya menghadirkan pengalaman belajar, tetapi juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berinteraksi dalam suasana kebersamaan.
“Kita sangat mengharapkan sekali, selain ada keseruan dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat di acara ini, kita ingin sekaligus menambahkan relasi antar perbedaan kelompok dan orangnya, terus memperkuat solidaritas orang Bandung sendiri. Yang paling penting adalah dengan adanya acara ini kita tuh sadar dengan ada sejarah ini,” tuturnya.
Tri Wagi Rasmianto, sebagai Ketua Pelaksana, menyampaikan bahwa, kegiatan ini berfokus pada pengembangan pemahaman mengenai solidaritas Asia Afrika. Menurutnya, pengemasan acara secara games bisa membuat pembelajaran lebih interaktif.
“Seperti kita tahu, pelajaran sejarah sering terasa monoton jika hanya mengandalkan buku atau penjelasan lisan. Karena itu, kami ingin mengemasnya menjadi lebih interaktif agar mudah diingat sekaligus memberi pengalaman yang berkesan,” ucapnya.
Ia berharap melalui permainan interaktif yang telah disusun, peserta dapat menumbuhkan kecintaan pada sejarah, serta menjaga nilai-nilai sejarah agar tidak terlupakan dan tetap terpelihara.
Galih, salah satu peserta, mengungkapkan kegiatan ini terasa menarik dan seru. Ia berharap acara serupa dapat diselenggarakan setiap tahun. Ia menambahkan bahwa menurutnya Bandung Chronicles Games menyajikan pembelajaran sejarah melalui pendekatan yang menarik.
“Harapannya diadakan lagi kegiatan seperti ini dan jumlah gedung bersejarah yang dikunjungi bisa lebih banyak,” jelasnya.
KHAIRAN DAYOUNG DERMAWAN
MOCH. RAFI GUSTIAWAN
Editor: TRISYA ZAHIRAH A. P.
