Potret sebagian mahasiswa teknik yang sedang mengerjakan tugas perkuliahan pada Jumat, 13 Desember 2024 di Gedung B Fakultas Teknik Kampus III Unpas Setiabudi. (Fazrin Andris Safiqurrohman/JUMPAONLINE)

Kampusiana, Jumpaonline -Tugas perkuliahan dan praktikum menjadi suatu hal yang dikeluhkan oleh mahasiswa khususnya Fakultas Teknik Program Studi (Prodi) Teknologi Pangan (Tekpang) Universitas Pasundan. Mahasiswa Tekpang terkendala dalam pengerjaan tugas karena manajemen waktu yang kurang baik. Di sisi lain, Dosen Tekpang merasa telah membuat Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dengan pertimbangan matang untuk diaplikasikan kepada mahasiswa.

Namira Sakila, mahasiswa Prodi Tekpang semester lima, menuturkan bahwa, dia pernah sakit dikarenakan mengerjakan tugas sampai malam dan kadang mengganggu kehidupan sosial dia. Tetapi dia menjelaskan bahwa hal itu bisa terjadi karena manajemen waktunya yang masih kurang baik.

“Kalau untuk manajemen waktu saya, sih, biasanya ngerjainnya malam sampai pagi, paginya praktikum lagi kadang kalau misalkan ngerjain tugas pendahuluan itu kan sebelum [praktikum], yah, jadi sembari belajar,” ujarnya saat diwawancarai pada Jumat, 13 Desember 2024.

Nida Annisa, mahasiswa Prodi Tekpang semester sembilan, menambahkan bahwa, tugas semester yang paling ringan adalah semester empat dikarenakan tidak adanya praktikum. Semester yang paling berat adalah semester tujuh karena ada mata kuliah yang mengharuskan dia membuat industri sendiri.

“Kalau buat aku sama, sih, [tugas praktikum dan perkuliahan] sama-sama berat, kalau praktikum pasti berat, gak, soalnya kita dikasih rentang waktunya deket. Kalau tugas kuliah, tuh, paling seminggu jadi kita masih ada waktu buat ngerjainnya, kalau praktikum kenapa berat banget, karena ini aja, sih, tenggat waktu pengumpulannya yang bikin berat,” ucapnya.

Yelliantty, Dosen Prodi Tekpang menjelaskan, setiap dosen sudah memiliki RPS yang di dalamnya terdapat seluruh tugas dan kuis yang akan diberikan. Bobot tugas tersebut pun tidak melebihi Satuan Kredit Semester (SKS) yang ada. Ia juga memberikan contoh, jika mata kuliahnya berjumlah tiga SKS maka kurang lebih tugas yang diberikan tiga SKS juga.

“Mahasiswa itu sebenernya masih bisa mengerjakan laporan praktikum dan sebagainya di luar waktu kuliah. Memang walau istilahnya waktu yang dimiliki tidak leluasa, tapi bukan berarti tidak mungkin untuk diatur pengerjaan tugas-tugas ataupun laporan praktikum [dengan baik],” jelasnya.

 

FAZRIN ANDRIS SAFIQURROHMAN

Calon Anggota Muda LPM ‘JumpaUnpas 

Editor: KINANTI ROSNENDAH TAKARIA

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *