Sumber: Disney+
Sumber: Disney+
Sumber: Disney+

Judul                : Encanto

Genre              : Musikal Fantasi

Sutradara        : Byron Howard, Jared Bush, Chariste Castro Smith

Durasi              : 102 Menit

Rilis                 : 24 November 2021

“Outsider who had no gift, never, ever would surrounded by the exceptional, it was easy to feel unceptional.” Kutipan yang dikatakan oleh Agustin, ayah Mirabel yang merupakan seorang outsider yang menikahi Julieta, ibu dari Mirabel yang merupakan anggota keluarga asli Madrigal.

Encanto merupakan film musikal fantasi yang dirilis oleh Walt Disney Animation Studios pada tahun 2021. Disutradarai Byron Howard, Jared Bush, serta Chariste Castro Smith, film ini mengisahkan tentang keluarga Madrigal yang dikaruaniai sebuah keajaiban turun-temurun. Encanto menyuguhkan serangkai lagu yang berhasil memuncaki tangga lagu, salah satunya ialah lagu berjudul “We Don’t Talk About Bruno”. Meskipun bertemakan fantasi animasi, premis yang diangkat dalam film ini begitu dekat dengan pengalaman remaja saat ini, yaitu tentang insecurity dan kurangnya komunikasi dalam keluarga.

Cerita ini dimulai dengan iringan lagu pembuka yang memperkenalkan para keluarga Madrigal berjudul “The Family Madrigal”. Keluarga ini tinggal di sebuah rumah ajaib yang letak wilayahnya sangat terpencil atau sering disebut sebagai Encanto. Dengan keajaiban yang dianugrahkan kepada mereka, seluruh anggota Madrigal mempunyai kekuatan sihir mulai dari kekuatan menyembuhkan orang melalui makanan, sampai kekuatan untuk menumbuhkan bunga yang indah. Sayangnya, salah satu anggota keluarga, Mirabel, tak mendapat karunia apapun. Ia menjadi satu-satunya anggota keluarga yang hidup biasa-biasa saja tanpa memiliki kekuatan seperti saudara-saudarinya.

Hidup di tengah keluarga dengan kekuatan yang begitu luar biasa, tak jarang membuat Mirabel merasa rendah diri. Dirinya merasa sangat kekurangan jika dibandingkan dengan seluruh saudaranya, walaupun sang ibu telah beberapa kali memberitahukan bahwa ia istimewa tanpa harus membuktikan apapun. Meskipun seringkali diingatkan untuk merasa cukup, Mirabel masih merasa tidak puas pada dirinya. 

Pada saat hari keajaiban untuk sepupunya, Antonio, Mirabel berusaha untuk membantu segala persiapan yang dibutuhkan untuk hari penting itu. Namun, ia dianggap tidak membantu oleh keluarga khususnya sang nenek yang khawatir jika Mirabel akan merusak segala persiapan. Mirabel tetap tertawa meskipun gadis itu merasa sedikit sedih di dalam hatinya. Gadis itu menyayangi keluarganya, amat sangat, namun terkadang ia merasa terkecualikan karena tak memiliki kekuatan apapun sehingga tak jarang membuatnya rendah diri. Perasaan hatinya pun tergambar dalam lagu “Waiting On A Miracle” yang dinyanyikannya saat sesi foto keluarga di akhir keajaiban Antonio telah turun.

Always walking alone,

Always wanting for more,

Like i’m still at that door,

Longing to shine,

Like all of you shine.

Penggalan lagu tersebut menggambarkan bagaimana frustasinya Mirabel yang menunggu keajaiban miliknya turun, ia juga selalu mempertanyakan mengapa hanya dirinya seorang yang tak mendapatkan keajaiban sehingga terkadang merasa terkucilkan di setiap momen keluarga. Gadis itu juga menyimpan sedikit rasa iri pada saudarinya Luisa, yang sangat kuat sehingga selalu menjadi orang yang diandalkan oleh warga desa. Pun pada Isabela, sepupunya yang cantik dan selalu sempurna.

Dalam istilah psikolog, apa yang dirasakan Mirabel dapat dikatakan sebagai social comparison atau perbandingan sosial. Social comparison merupakan kecenderungan seseorang untuk memberikan penilaian baik atau buruk pada diri sendiri berdasarkan perbandingan dirinya dengan orang lain. Mirabel yang tak memiliki kekuatan, sering kali melihat dirinya kekurangan karena gadis itu terlalu banyak melihat ke arah kehidupan saudaranya dan berpikir bahwa kehidupan mereka merupakan yang paling ideal sehingga tak jarang membuatnya frustasi hingga rendah diri.

Realitasnya, tak jarang seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain baik secara sadar maupun tidak sadar. Hal tersebut merupakan naluri alamiah yang dirasakan oleh manusia, karena menurut Festinger, psikolog sosial Amerika, menjelaskan bahwa social comparison terjadi karena setiap individu memiliki dorongan bawaan untuk mengevaluasi diri dengan cara membandingkannya dengan orang lain. Social comparison terbagi atas dua jenis yaitu downward social comparison serta upward social comparison. Downward social comparison ialah sikap membandingkan diri terhadap kemampuan, sikap, ataupun perilaku seseorang yang dianggap tak lebih baik dari dirinya dengan tujuan memberikan kepercayaan diri. Sedangkan,  apa yang dilakukan oleh Mirabel termasuk pada upward social comparison, sebuah usaha membandingkan diri dengan kemampuan, sikap, atau perilaku seseorang yang lebih baik dari dirinya. Tentu hal tersebut dapat menjadi motivasi, namun juga menjadi bumerang yang akan membuat diri terjebak dalam belenggu rendah diri.  

Mirabel yang hanya mengetahui “cangkang” kehidupan saudarinya, tak pernah menyadari bahwa kehidupan mereka yang terlihat sempurna dalam kacamatanya, ternyata menyimpan masalah yang disembunyikan dengan rapat oleh mereka. Luisa memiliki ketakutan apabila kekuatannya hilang, karena ia merasa jika kekuatan tersebut merupakan satu-satunya hal yang membuatnya berharga. Begitupun Isabela, kehidupannya yang selalu terlihat sempurna dan ideal, ternyata tak pernah membuatnya bahagia.

Pada akhirnya, Mirabel menyadari bahwa tak ada kehidupan yang sempurna karena setiap manusia selalu mempunyai kesulitannya masing-masing. Ia mulai memahami bahwa kehidupan saudarinya tak selamanya berjalan dengan mulus. Gadis itu mengubah persepsinya mengenai keajaiban, juga persepsi pada saudara-saudarinya. Mirabel juga memperbaiki hubungannya dengan sang nenek, keduanya berusaha untuk saling membuka hati dan saling jujur dengan kesulitan serta perasaan yang dirasakan. Dengan begitu, ia berusaha untuk membangun kembali dirinya dengan tidak membandingkan dan memahami perasaan saudararnya.

“Home sweet home, i like the new fondation. It isn’t perfect. Neither are we.” Penggalan lagu penutup tersebut memperlihatkan bagaimana setiap anggota keluarga Madrigal yang awalnya dituntut untuk selalu sempurna hingga membuat beberapa anak merasa rendah diri juga tertekan, mulai berubah dan menerima ketidaksempurnaa dalam diri. Sebagaimana yang diucapkan oleh Mirabel, “the constellation shifted”, menandakan bahwa perubahan besar-besaran terjadi dalam tubuh keluarga Madrigal. Tak semua hal tentang keajaiban dan karunia yang didapat, karena keajaiban sesungguhnya adalah diri sendiri dengan segala kekurangannya.

R.SABILA FAZA RIANA

Anggota Muda LMP ‘Jumpa’ Unpas

Referensi:

Nada Salsabila. 2022. Apa Itu Social Comparison?. Diakses dari CXO Media pada 25 Juni 2022 pukul 12.52 WIB

Zevica Ravisna. Mengenal Social Comparison. Diakses dari Yayasan Pulih pada 24 Juni 2022 pukul 01.01 WIB    

One thought on “Menyikapi Persoalan Membandingkan Diri Melalui Film Animasi Encanto”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.