Potret pameran seni “RAKITAN” Selasar Sunaryo Art Space pada Minggu, 23 Januari 2022. (Rara Assadya/JUMPAONLINE)
Potret pameran seni “RAKITAN” Selasar Sunaryo Art Space pada Minggu, 23 Januari 2022. (Rara Assadya/JUMPAONLINE)
Potret pameran seni “RAKITAN” Selasar Sunaryo Art Space pada Minggu, 23 Januari 2022. (Rara Assadya/JUMPAONLINE)

Bandung, Jumpaonline  –  Selasar Sunaryo Art Space menjadi tempat pameran seni yang popular baru-baru ini, khusunya di media sosial. Setelah berhasil menyelenggarakan pameran seni dengan tajuk “Ekuilibrium : Karya dan Pikiran Rita Widagdo” pada, 17 September 2021 sampai 22 Januari 2022, galeri seni yang terletak di Jl. Bukit Pakar Timur No. 100 Bandung ini kembali menyelenggarakan pameran seni bertajuk “RAKITAN”.

Reza, Kurator Selasar Sunaryo Art Space mengatakan, pameran RAKITAN memiliki arti tersendiri, benda diakui mengandung wataknya sendiri dan watak ini yang kemudian dirakit oleh seniman. Pameran ini memamerkan sembilan karya seni yang merupakan rakitan/penggabungan antara benda atau bahan yang sudah ada (bekas) dengan karya seni para seniman yang berpartisipasi yaitu, Ahmad Syahbandi, Arin Dwihartanto Sunaryo, Asmudjo Jono Irianto, Hendrawan Riyanto, termasuk Sunaryo pendiri Selasar Sunaryo.

“Di dalamnya ada sembilan karya seni yang dirakit dari bahan-bahan yang sebelumnya tidak ada, lalu bahan-bahan yang sudah ada disatukan dengan karya seni seniman,” Ucap Reza.

Reza menambahkan, para seniman yang berpartisipasi dalam pameran RAKITAN ini ingin menunjukkan kepada pengunjung bahwa seni tidak hanya dapat dibuat oleh tangan seniman itu sendiri. Reza juga mengatakan, saat ini pengunjung Selasar Sunaryo masih didominasi oleh orang-orang yang menyukai seni.

“Para seniman ingin menampilkan bahwasannya seni tidak hanya bisa dibuat oleh tangan seniman itu sendiri. Melainkan dapat juga digabungkan oleh bahan-bahan lain. Seperti karyanya pak Arin, bahannnya dari residu atau limbah benda,” tutur Reza.

Menurut Meta, pengunjung, hal yang membedakan Selasar Sunaryo Art Space dengan galeri seni lainnya adalah tidak hanya terdapat tempat untuk melihat karya seni namun ada beberapa tempat lain yang bisa dikunjungi seperti kopi selasar, cendera mata selasar, serta teater untuk melihat penampilan seni.

“Hal yang menarik dari tempat ini tidak hanya ada pameran untuk karya para seniman, di sini juga ada tempat untuk bersantai, lalu ada juga tempat untuk membeli oleh-oleh yang bagus dan unik, dan ada juga teater untuk melihat penampilan seni-seni yang lainnya,” ujar Meta.

 

RARA ASSADYA PUTRI BANDUNG

Calon Anggota Muda LPM ‘Jumpa’ Unpas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.