Tangkapan layar dari post twitter @cwadangan, akun twitter yang menyediakan jasa joki tugas di sosial media. (Sifa Aini Alfiyyah/JUMPA ONLINE)
Tangkapan layar dari post twitter @cwadangan, akun twitter yang menyediakan jasa joki tugas di sosial media. (Sifa Aini Alfiyyah/JUMPA ONLINE)
Tangkapan layar dari post Twitter @cwadangan, akun Twitter yang menyediakan jasa joki tugas di sosial media. (Sifa Aini Alfiyyah/JUMPAONLINE)

Nasional, Jumpaonline – “Mahasiswa yang menggunakan jasa joki tugas kehilangan komponen yang penting dalam proses pembelajaran dan tidak teruji kemampuannya, kemudian membiarkan diri tidak mengasah keterampilan serta manajemen waktu yang baik,” ujar Hanifa, mahasiswi Institut Teknologi Bandung saat dihubungi melalui WhatsApp pada Kamis, 20 Januari 2022.

Hanifa menegaskan, jasa joki tugas merupakan hal yang tidak benar karena akan banyak pihak yang dirugikan. Dimulai dari nilai-nilai esensi tugas yang tidak tercapai, dosen sulit memberikan penilaian yang objektif kepada mahasiswa, serta integritas mahasiswa semakin terkikis dan melumrahkan sikap tidak jujur di dunia pendidikan.

“Menggunakan jasa joki tugas artinya terbiasa melakukan perbuatan “kriminal” dalam pendidikan. Hal tersebut akan berefek di dunia pekerjaan dan melakukan perbuatan curang lalu merugikan orang lain,” kata Hanifa.

Namun, menurut Bora, mahasiswi FKIP menjelaskan, jasa joki tugas dianggap pilihan yang menguntungkan ketika keadaan hectic dan diri sendiri sudah tidak mampu untuk mengerjakan tugas, serta membuat terhindar dari nilai E atau mengulang mata kuliah.

“Saat itu ulangan akhir semester dan praktik offline bersamaan. Menurut saya mata kuliah yang dijokiin terlampau sulit dan kurang dipahami, akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk joki tugas bersama,” tutur Bora.

Sementara itu, Sekarwangi Dina, penyedia jasa joki tugas mengungkapkan, joki tugas merupakan hal yang baik jika tahu batasannya sampai mana. Joki tugas hadir menjadi ladang mencari uang saku tambahan dan mengisi waktu luang, di luar membantu orang yang membutuhkan.

“Joki tugas merupakan hal yang baik jika penyedia dan pembelinya mengetahui batasan. Misalkan tugas itu untuk diikuti ke perlombaan, jika memakai joki tugas akan menjadi hal yang buruk untuk pembelinya maupun penyedianya,” pungkas Sekarwangi Dina.

Nurhasanah, Dosen FISIP Unpas, menanggapi fenomena jasa joki tugas membawa pengaruh buruk kepada mahasiswa dan perlu diberikan kesadaran, dosen memberikan tugas tidak hanya untuk diselesaikan namun ada manfaat lain yaitu belajar bersikap bertanggung jawab. Dampak jika ketahuan memakai joki tugas adalah tidak ada kepercayaan lagi dan sanksi dalam penilaian yaitu langsung diberikan nilai C.

“Saya akan mengecek ulang agar dapat meminimalisir joki tugas dengan memberikan tugas yang bersifat pendapat sendiri, karena tugas yang seperti itu tidak akan sama dengan yang lain,” ucap Nurhasanah saat dihubungi via Whatsapp pada Senin, 24 Januari 2022.

 

SIFA AINI ALFIYYAH

Calon Anggota Muda LPM ‘Jumpa’ Unpas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.