Tangkapan layar Dindin, Wakil Dekan III saat memaparkan materi kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pasundan (Unpas) bagi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) via Zoom Meeting pada Jumat, 14 Januari 2022. (Selma Dita/JUMPAONLINE)

Kampusiana, Jumpaonline  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pasundan (Unpas) menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM) bagi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang diselenggarakan melalui Zoom Meeting pada Jumat, 14 Januari 2022. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka silaturahim dan mendukung perkembangan belajar mahasiswa, dengan perencanaan pola Pembelajaran Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada semester genap yang masih dalam proses perizinan oleh Pemerintahan Kota (Pemkot) Bandung.

Darta, Wakil Dekan I menjelaskan, pada semester genap akan memakai pola Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Sekarang ini pihak kampus sedang memproses perizinan ke Pemerintahan Kota (Pemkot) Bandung. Orang-orang yang akan mengikuti luring yaitu daerah sekitar Bandung Raya saja. Perkelas hanya diikuti oleh 25 orang mahasiswa. Perkuliahan akan dimulai pada Senin, 31 Januari 2022.

“Semester genap ini kita akan memakai pola Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Mudah-mudahan diizinkan oleh Pemerintahan Kota (Pemkot), karena sekarang masih proses perizinan melalui Unpas ke Pemkot Bandung. Di kelasnya sekitar 25 orang yang luring, nanti akan kita data orang-orang yang ada di Bandung Raya. Jadi bila di kelasnya 40 mahasiswa, 25 mahasiswa itu akan luring, dan sisanya di dunia maya. Kita akan kuliah di tanggal 31 Januari 2022 persis hari Senin,”jelasnya.

Neng Warnengsih, orang tua mahasiswi mengatakan, setuju dengan diadakannya pembelajaran tatap muka terbatas. Neng mengatakan, kasihan bila mahasiswanya terus menerus belajar online dan merasakan bosan atau ada hal yang tidak dimengerti tentang mata kuliah.

 “Saya sangat setuju dengan diadakannya tatap muka terbatas ini. Kan kasian ya mahasiswanya kalau terus terusan online, takutnya pada bosen atau ada yang tidak dimengerti tentang mata kuliah,” ujar Neng.

Sementara itu, Sukarya, orang tua mahasiswa berpendapat, tidak setuju dengan diadakannya pembelajaran tatap muka. Karena kasus Covid-19 yang masih banyak, Sukarya berharap bila tatap muka diadakan setelah pandemi mereda.

 “Kalau saya sih kurang setuju ya dengan diadakannya tatap muka terbatas ini, sekarang kan masih banyak kasus Covid-19. Kalau bisa tatap mukanya nanti saja lah setelah pandemi ini mereda,” pungkas Sukarya.

 

SELMA DITA

Calon Anggota Muda LPM ‘Jumpa’ Unpas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.