Ilustrasi Ajakan Vaksinasi (Dhiva Prastian/JUMPAONLINE)

Kampusiana, JumpaonlineUniversitas Pasundan (Unpas) menggelar pekan vaksinasi Covid-19 bagi mahasiswa Unpas dan umum yang akan dilaksanakan pada tanggal 4-8 Agustus 2021 di Kampus IV Unpas Jl. Setiabudi No. 193, Bandung. Vaksinasi ini hanya disediakan untuk warga yang berdomisili dan memiliki KTP Kota Bandung dengan rancangan pelaksanaan semi drivethru, sebagai bentuk upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Deden Ramdan, Wakil Rektor III Unpas menyampaikan, vaksinasi ini dikhususkan untuk keluarga besar Unpas, seperti mahasiswa, dosen dan karyawan yang belum mendapatkan vaksin. Kata umum pada gelaran vaksinasi ini merujuk kepada warga yang berdomisili di sekitaran kampus Unpas, termasuk juga alumni dengan syarat menunjukan KTP Kota Bandung.

“Sebenarnya ini dikhususkan untuk keluarga besar Unpas, para mahasiswa, dosen, dan karyawan yang belum dapet vaksin. Terus yang dimaksud dengan umum, yaitu misalnya warga yang ada di sekitar Kampus Lengkong, Tamansari, Setiabudi, dan semua itu adalah mereka yang memiliki KTP Bandung,” ujar Deden.

Deden mengatakan, vaksinasi untuk siswa SMP dan SMA Pasundan belum bisa dilaksanakan, karena vaksin untuk anak usia 12-17 tahun belum tersedia. Sebab, lima ribu vaksin yang sudah disiapkan hanya untuk masyarakat yang berusia 17 tahun ke atas.

“Saya sudah ngobrol dengan mitra, dengan pihak kedokteran Unpas dan Dinas Kesehatan ada atau tidaknya vaksin untuk anak. Karena kan vaksinnya berbeda kalau untuk yang berusia 12-17 tahun dan baru kemarin-kemarin masuk ke Indonesia,” tutur Deden.

Menurut Deden, dibatasinya jumlah peserta sebanyak lima ribu orang adalah upaya agar tidak terjadi kerumunan saat pelaksanaan vaksinasi. Strategi lainnya adalah pembagian hari, dengan rincian seribu orang perharinya. Selain itu, pemilihan Kampus Setiabudi sebagai tempat pelaksanaan, juga diyakini bisa membantu meminimalisir terjadinya kerumunan.

“Kita bagi menjadi lima hari berartikan satu hari seribu itunganya, terus yang kedua, peserta diberi nomor urut agar teratur, lalu yang ketiga, mengapa kita di Setiabudi? Karena Setiabudi itukan panjang kampusnya, jadi bisa semacam semi drive thru. Jadi sudah dibikin simpel, pendaftaran, screening, vaksinasi langsung pulang,” pungkas Deden.

 

DHIVA PRASTIAN DWI RAMDANI

Anggota Muda LPM “Jumpa” Unpas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.