Tangkapan layar Rahayu, Dosen Ilmu Komunikasi UGM(atas kiri), Haryanto, Moderator(kanan atas), Iwan Awaluddin, Dosen Ilmu Komunikasi UII(kiri bawah), Hardiajanto Saroso, Dekan Universitas Bina Nusantara (kanan bawah), saat berlangsungnya diskusi dengan tema “Bisnis dan Manajemen Media pada Sabtu, 10 Juli 2021 yang diseleggarakan oleh PP2Media melalui Zoom Meeting. (Visca Istiqo/JUMPAONLINE)

Nasional, Jumpaonline – Pemantau Regulasi dan Regulator Media (PP2Media) menyelenggarakan Diskusi Buku Melawan Otoritarianisme Kapital: Amir Effendi Siregar dalam Pemikiran dan Gerakan Demokratis Media di Indonesia dengan tema “Bisnis dan Manajemen Media” secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 10 Juli 2021. Diskusi mengenai buku tersebut diantaranya dibahas mengenai keterkaitan antara media komunikasi dengan manajemen media yang saling berhubungan.

Rahayu, Dosen Ilmu Komunikasi UGM mengatakan, menurut Amir manajemen media adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang pengolahan media dengan prinsip-prinsip dan proses manajemen yang dilakukan terhadap media sebagai institusi komersial maupun sebagai institusi sosial.

“Media dipelajari secara lengkap mulai dari karakteristik, posisi, dan perannya dalam lingkungan dan sistem ekonomi, sosial, politik tempat media itu berada. Pengolahan media tersebut meliputi aspek-aspek filosofis, metodologis dan praktis baik sebagai institusi komersial maupun sosial,” tutur Rahayu.

Selain itu, Iwan Awaluddin, Dosen Ilmu Komunikasi UII juga menuturkan, bahwa komunikasi massa itu perlu menguntungkan banyak pihak. Namun kerap kali penerapan media komunikasi massa ini terkadang tidak bertahan.

“Dalam bisnis komunikasi masa perlu menguntungkan pihak-pihak struktur media tidak hanya pihak pengelola tetapi juga pengiklan, pemasok bahan baku dan infrastruktur pemerintah tempat berdirinya media. Pada saat sekarang ini, banyak yang  menjadikan media komunikasi sebagai media untuk try and error sehingga media terdistruksi menyebabkan sebagian bertahan sebagian lagi koleps,” Ujar Iwan.

Hardiajanto Saroso, Dekan Universitas Bina Nusantara juga menuturkan, bahwa literasi media di Indonesia membuat momentum baru yang sangat menarik. Perjalanan panjang literasi di Indonesia sudah memasuki literasi informasi yang menjadi pondasi unik.

“Dengan perjalanan panjang literasi yang ada di Indonesia sekarang, kita sudah memasuki literasi informasi dimana literasi informasi ini menjadi pondasi yang unik, yaitu ketika suatu peristiwa sangat cepat tersebar informasinya baik dari dalam maupun luar negri sehingga suatu negara sangat membutuhnya adanya literasi informasi,” pungkas Hardianjanto.

 

VISCA ISTIQO ZULKA

Anggota Muda LPM ‘Jumpa’ Unpas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *