Mahasiswa berkumpul di lapangan parkir Unpas Setiabudi untuk menyuarakan tuntutannya kepada Yayasan Perguran Tinggi Pasundan dan Rektor Unpas pada Selasa, 15 Mei 2017. (Durrotul Istiqomah/JUMPAONLINE)

Setiabudi, Jumpaonline – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unpas dan perwakilan mahasiswa tiap fakultas menggelar aksi di lapangan parkir Unpas Setiabudi pada Selasa, 15 Mei 2018. Aksi tersebut meminta agar Yayasan Perguruan Tinggi (YPT) Pasundan dan Rektor Unpas merealisasikan pembangunan di Kampus Unpas Tamansari dan Lengkong. Tindakan ini sebagai respon mahasiswa terhadap lambatnya pembangunan di Unpas.

Sebelumnya, BEM Unpas beserta Lembaga Kemahasiswaan (LKM) FEB, FKIP, dan FH telah mengadakan audiensi bersama Yudi Garnida (Wakil Rektor II), dan Deden Ramdan (Wakil Rektor III) pada bulan Maret 2018. Bahkan, beberapa bangunan di Unpas Tamansari dan Lengkong telah dirobohkan sejak beberapa bulan terakhir. Namun, hingga hari ini pembangunan tak kunjung dilakukan.

“Surat permohonan audiensi kami yang terakhir tidak mendapat balasan, sehingga hari ini kami menggelar aksi untuk menyelesaikan permasalahan,” ujar Fauzan Rizky bayu Pratama, Presiden Mahasiswa BEM Unpas.

Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta agar pembangunan kedua kampus tersebut dilakukan selambat-lambatnya pada 24 Mei 2018. Hal tersebut mendapat persetujuan dari Cece, Sekretaris YPT Pasundan, dengan catatan jika ada warga Tamansari yang memprotes mahasiswa membantu untuk menjelaskan kepada warga. Menurutnya, keterlambatan memperoleh Izin Mendirikan Bangunan menjadi kendala tertundanya pembangunan di Unpas Tamansari.

“Pembangunan dapat dilaksanakan pada minggu ke-dua ramadan, tapi jika ada warga yang menuntut, mahasiswa bantu menjelaskan,” tambahnya.

Cece menambahkan, pembangunan dua kampus tersebut membutuhkan dana sebesar 110 milyar rupiah. Waktu yang dibutuhkan pun tidak sebentar. Pembangunan di Unpas Tamansari membutuhkan waktu sekitar satu tahun setengah, sedangkan Unpas Lengkong diperkirakan memakan waktu satu tahun.

Selain meminta agar pembangunan dipercepat, mahasiswa juga menuntut adanya tranparansi dana dalam pengelolaan rusunawa dari tahun 2011-2018. Mereka juga meminta agar tidak adanya kenaikan DPP, DP, biaya praktikum, dan biaya semester pendek sampai pembangunan selesai.

DURROTUL ISTIQOMAH MARDHIYYAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *