Seorang mahasiswa sedang mengisi botol dengan air siap minum di koridor gedung C Kampus Unpas Setiabudi pada Jumat, 29 Desember 2017. Diadakannya instalasi air siap minum ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan botol plastik di lingkungan kampus. (Siti Komariah K. / JUMPAONLINE)

Setiabudi, Jumpaonline – Prodi Teknik Lingkungan membuat instalasi berupa air keran siap minum di kampus IV Unpas Setiabudi yang sudah dapat dimanfaatkan mahasiswa sejak bulan September 2017. Tujuan pembuatan air keran siap minum ini untuk memenuhi kebutuhan air minum mahasiswa.

“Untuk memudahkan mahasiswa agar tidak membeli air minum dalam kemasan terus menerus dan mengurangi sampah plastik,” ujar Evi Afiatun, Ketua Jurusan Teknik Lingkungan saat diwawancarai Tim Jumpaonline pada Jumat, 29 Desember 2017.

Air keran siap minum ini merupakan perbaikan dari instalasi yang telah ada, dimana sebelumnya instalasi itu difungsikan untuk pengolahan air hujan Rusunawa. Air hujan tersebut diharapkan  dapat mensubstitusi pemakaian air tanah. Selain itu dibuat pula instalasi untuk air minum yang ditempatkan di lantai empat Rusunawa. Namun, dilihat dari sisi pemanfaatannya yang kurang baik, akhirnya instalasi di Rusunawa tersebut diperbaiki sehingga menghasilkan inovasi baru dan dipindahkan ke gedung C dan B Kampus Unpas Setiabudi, dengan harapan dapat lebih dimanfaatkan oleh mahasiswa.

Air dicek secara berkala selama satu bulan sekali, yang mana hasilnya dapat dilihat pada alat monitor di atas keran air tersebut. Alat monitor dipasang dengan tujuan dapat membuat orang yang meminumnya yakin bahwa air tersebut layak untuk dikonsumsi.

Dalam pembuatannya, Evi melibatkan alumni yang bekerja di manufaktur  industri pembuatan instalasi air minum. Untuk penelitian itu  melibatkan mahasiwa di tugas akhir, pengujiannya dilakukan oleh analis laboratorium tanpa melibatkan mahasiswa.

“Mahasiswa yang menguji tidak ada, karena hal tersebut merupakan wewenang dan tanggung jawab prodi,” ujar Evi.

Duby Resvian, salah satu mahasiswa Teknologi Pangan 2016 berpendapat, pemasangan keran air siap minum ini sangat efektif. Berbeda dengan air kemasan yang volumenya sudah dipatok, air ini dapat diambil sesuai keinginan.

“Harapannya, supaya keran siap minum tersebut dikembangkan dan diperbanyak jumlahnya,” tambah Duby.

ASSYIFA AULIA S.

Anggota Muda LPM ‘Jumpa’ Unpas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *