Dua orang penyandang difabel sedang menyanyi diiringi musik di acara Inspiring Symphony pada Sabtu, 30 April 2016, di tempat pertunjukan Saung Angklung Udjo.
Dua orang penyandang difabel sedang menyanyi diiringi musik di acara Inspiring Symphony pada Sabtu, 30 April 2016, di tempat pertunjukan Saung Angklung Udjo.

 

Bandung, Jumpaonline- Pagelaran acara Inspiring Symphony berlangsung meriah dengan tepuk tangan penonton di sepanjang acara. Inspiring symphony adalah acara seni orang-orang berkebutuhan khusus yang memiliki bakat luar biasa dalam kesenian, yang dibina oleh yayasan Smile Motivator – Log In Foundation. Acara ini digelar pada hari Sabtu, 30 April 2016 di Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka No.118 Bandung.
Tema acara ini adalah rasa syukur atas nikmat tuhan yang sering terlupakan. Melalui pertunjukan seni teman-teman berkebutuhan khusus ini, diharapkan dapat menginspirasi para tamu yang hadir agar lebih banyak bersyukur .
“Acara ini diadakan sebagai rasa syukur atas nikmat tuhan yang kita dapatkan setiap hari. Kadang-kadang kita lupa untuk bersyukur,” ujar Enung Suwarni, Bendahara kegiatan ini.
Inspiring Symphony terwujud dari penggalangan dana yang dilakukan mahasiswa S2 Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB angkatan 53 dengan menjual tiket donasi, tempat minum, serta mencari sponsor. Tiket dijual seharga Rp. 100.000 per lembar, di mana seluruh keuntungan acara ini akan disumbangkan untuk yayasan difabel.
“Dana yang kita kumpulkan sendiri totalnya 25 juta, yang nantinya akan kita sumbangkan ke yayasan Smile Motivator untuk membinana mereka (teman-teman difabel),” ucap Enung.
Selain penampilan teman-teman berkebutuhan khusus, pertunjukan seni Inspiring Symphony dimeriahkan pula oleh Sarah Idol dan Sarsena Bestandhi, penampilan interaktif dari Saung Angklung Udjo, dan seni musik yang dipersembahkan oleh Purwacaraka Music Studio.
Asep Ramdan salah satu penonton mengatakan keseluruhan acara ini cukup bagus dan menyentuh, terutama saat penampilan teman-teman difabel. Dia berharap media masa lebih dapat menyoroti tentang keadaan difabel, supaya mereka termotivasi.

Vicky Dwi Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *