Warung Legend, Sebuah Warung Persahabatan dan Persaudaraan Abadi

 

 

 

image_5e45842

Tampak seorang pengunjung sedang menghabiskan waktunya di Warung Legend pada Kamis, 26 Januari 2017. Warung yang berlokasi di jalan Van de Venter ini mengedepankan konsep kekeluargaan dan persahabatan. (Cikasara Putri Shafira P / JUMPAONLINE)

BandungJumpaonline – Begitu melangkah masuk mata akan langsung terpikat dengan nuansa kayu yang apik serta barang-barang antik yang menghiasi setiap sudut warung. Selamat datang di Warung Legend, sambutan hangat dari pemilik dan pengunjung lainnya mengiringi langkah. Dengan suasana yang sederhana namun nyaman dan harga yang terjangkau, Warung Legend tepat dijadikan tempat melepas penat setelah beraktivitas.

Warung Legend sendiri didirikan oleh Deon Sumarsono pada tahun 2004. Deon pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Parwisata Bandung atau NHI. Meskipun beliau tidak menyelesaikan pendidikannya ia pernah bekerja sebagai chef di hotel. Pada akhirnya beliau memutuskan untuk berhenti karena materi bukanlah tujuan utamanya. Dengan dukungan dari teman-temannya akhirnya didirikanlah Warung Legend.

Warung Legend sedikit berbeda dari warung atau tempat makan lain yang biasa ditemui.  Tidak seperti warung kebanyakan, warung ini mengedepankan konsep persahabatan dan kekeluargaan. Pengunjung yang datang saling menyapa satu sama lain dengan akrab. Menurut Deon kebanyakan pengunjung memang sudah saling mengenal satu sama lain. Datang ke Warung Legend sudah seperti datang ke rumah sendiri.

“Kenapa saya namai Warung Legend, legend itu saya berharap menjadikan sebuah persahabatan dan persaudaraan yang abadi. Ini bukanlah warung komunitas, ini warung umum. Tapi saya kemas menjadi tempat untuk warung kekeluargaan,” ujar Deon.

Warung Legend memiliki konsep tempat yang cukup unik. Bernuansakan kayu dengan hiasan barang-barang antik di berbagai sudut ruangan. Deon memang sengaja tidak menggunakan barang mewah dalam warungnya melainkan memanfaatkan barang bekas yang ada. Sedangkan untuk barang-barang antik sebagian besar merupakan pemberian dari sahabat-sahabatnya. Masih jelas dalam ingatan Deon siapa saja sahabat yang telah memberikannya barang-barang tersebut.

Pemilik ingin menyampaikan pesan kepada anak-anak muda, apabila ingin membuka usaha jangan pernah memikirkan biaya yang besar. Gunakanlah kreativitas untuk memanfaatkan barang yang ada. Terlihat dari kaki meja yang terbuat dari kaki mesin jahit serta tempat duduk yang yang terbuat dari balok-balok kayu.

Apabila merasa lapar pengunjung tidak perlu khawatir karena Warung Legend tidak mematok harga yang tinggi. Dengan kisaran harga Rp. 12.000 sampai Rp. 40.000 pengunjung sudah bisa menikmati berbagai macam menu yang di sediakan. Menu yang di sediakan pun banyak variasinya, mulai dari nasi goreng, spageti bolognese, kambing goreng kecap, hingga steak pun ada. Namun yang menjadi andalan di warung ini adalah omelette yang disiram dengan saus bolognese yang merupakan kreasi sang pemilik.

Bagi anda yang  tertarik untuk mencoba dapat mengunjungi Warung Legend yang bertempat di jalan Van de Venter no.5, Bandung. Warung Legend buka setiap hari senin sampai sabtu pukul 11 siang. Untuk jam tutup, warung legend sebenarnya tutup jam 9 malam. Namun apabila obrolan pengunjung masih berlanjut maka jam buka pun akan diperpanjang.

“Saya tidak tahu legend akan sampai kapan dan akan seperti apa pada akhir sebuah perjalanan, tapi cita-cita saya sederhana, sampai kiamatpun kita terus bersama-sama bila perlu sampai di surga nanti kita bersama-sama,” ucap Deon.

CIKASARA PUTRI SHAFIRA P.

Anggota Muda LPM Jumpa