Israel Membom Gaza Sehari Setelah PBB Memutuskan Melakukan Penyelidikan

Rumah di Gaza yang hancur akibat penyerangan Israel-Gaza (www.al-mujahideens.tk)

Rumah di Gaza yang hancur akibat penyerangan Israel-Gaza (www.al-mujahideens.tk)

Palestina, Jumpaonline – Pemboman oleh militer Israel di jalur Gaza menewaskan 25 orang termasuk tiga diantaranya adalah anak-anak. Pemboman terjadi hanya sehari setelah Dewan HAM PBB memutuskan untuk melakukan penyelidikan serangan Israel-Gaza. Israel diduga melanggar Hukum Internasional karena telah membunuh warga sipil dalam konfliknya dengan Hamas Palestina.

Koresponden Al Jazeera melaporkan, sebagian besar korban berada di kota Khan Younis. Ambulans berusaha memasuki area ditengah pertempuran sengit yang terjadi antara pasukan Israel dan pejuang Hamas, Kamis, 24 Juli 2014. Sehari sebelumnya, Navi Pillay, Kepala HAM PBB, mengatakan kepada dewan dalam sidang darurat bahwa penyerangan Israel terhadap Gaza dapat mencapai skala kejahatan perang.

Dalam sidang tersebut PBB melakukan pemungutan suara mengenai keputusan penyelidikan . Hasilnya, dari 47 dewan, 29 suara mendukung penyelidikan, 17 abstain termasuk negara Uni Eropa, dan satu suara menentang yaitu Amerika Serikat.

Dalam 17 hari Gaza membara, 775 warga Palestina tewas, sebagian  besar diantaranya warga sipil. Sebaliknya, serangan roket dari Gaza ke Israel menewaskan dua warga sipil Israel, dan 32 tentara Israel tewas di Gaza. Selain PBB dan Amerika Serikat, beberapa negara Eropa juga berusaha melakukan mediasi. Namun, harapan gencatan senjata mengalami kebuntuan.

Pemimpin Politik Hamas, Khaled Meshaal mengatakan, kelompoknya  tidak akan menyetujui rencana tersebut. “Gencatan senjata tidak menawarkan akhir dari blokade Israel di Gaza,” ujar Meshaal, di Doha, Qatar. Di lain pihak, Israel juga tidak akan menerima gencatan senjata termasuk kesepakatan blokade.

SASTIKA DEWI KABALMAY | AL JAZEERA

No Responses

Tinggalkan Balasan