Tiga Belas Tahun Kematian Munir Di Aksi Kamisan Bandung

Penaburan bunga di akhir aksi kamisan dalam rangka memperingati 13 tahun kematian Munir yang digelar di depan Gedung Sate pada Kamis, 7 September 2017. (Fikri Sofian Sauri / JUMPAONLINE)

Bandung, Jumpaonline – Aksi kamisan Bandung ke-204 di depan Gedung Sate pada Kamis, 7 September 2017, mengangkat tema Tiga Belas Tahun Kematian Munir Said Thalib. Aksi kamisan ini bertujuan untuk merawat ingatan terhadap kasus-kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), khususnya kasus Munir. Para simpatisan yang ikut menggelar aksi kamisan, menyuarakan tuntutan kepada pemerintah agar mengusut tuntas kasus tersebut.

Simpatisan yang hadir saat sore ini terdiri dari berbagai elemen, dari siswa SMA, mahasiswa, wartawan, dan seniman. Pun kegiatannya berupa orasi, pembacaan puisi, live musik, dan live mural. Para simpatisan menuntut agar berkas Tim Pencari Fakta (TPF) yang konon telah hilang dan juga masih ada salinannya segera dipublikasikan kepada masyarakat.

“Mempublikasikan hasil tim pencari fakta kepada masyarakat, karena masyarakat berhak mengetahui sampai mana kasus Munir yang pengusutannya dimulai tahun 2005,” ujar Fahri, simpatisan yang mengikuti aksi kamisan saat diwawancarai tim jumpaonline.

Senada dengan Fahri, salah satu simpatisan yang sekaligus melakukan aksi mural live, Kelana mengutarakan pesannya untuk pemerintah. Agar secepatnya pihak pemerintah menuntaskan kasus Munir, begitupun dengan kasus-kasus lain yang masih belum terungkap dalang atas pelanggaran HAM.

“seharusnya pemerintah lebih tegas dalam kasus pembunuhan Munir ini,” tambah Kelana.

Aksi kamisan ini sebagai momentum untuk menyuarakan kasus-kasus yang masih terbengkalai penanganannya oleh pemerintah. Terutama, kasus Munir ini yang bisa dikatakan “molor” dalam penanganannya terhambat oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah andil militer yang dirasa mengintervensi pihak pemerintah, sehingga masyarakat merasa pesimis terhadap kasus munir tersebut.

“ketika militerisme masih kuat mencengkram pemerintahan dari rezim ke rezim sampai kapanpun tidak akan dibuka,” pungkas Ucok.

 

MUHAMMAD FAUZI MUBARAK

No Responses

Tinggalkan Balasan