Tanggapi Keluhan Soal Wisuda, Warek 1 Beri Penjelasan

Arsip foto berlangsungnya sidang terbuka Senat Universitas Pasundan dalam rangka Dies Natalis Universitas Pasundan serta wisuda sarjana, magister dan doktor gelombang 1 Tahun Akademik 2018/2019 di Gedung Sabuga, Sabtu 13 Oktober 2018. (Magfirah Ramdhani/JUMPAONLINE)

Bandung, Jumpaonline – Universitas Pasundan (Unpas) akan selenggarakan wisuda gelombang 1 Tahun Akademik (TA) 2020/2021 secara semi-daring melalui aplikasi Zoom Meeting pada Sabtu, 14 November 2020. Namun, kurangnya sosialisasi membuat mahasiswa yang akan mengikuti wisuda kebingungan dalam sistematika pendaftaran hingga teknis pelaksanaannya.

Ryan Rachmat, Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2016 mengatakan,  pendaftaran terkendala karena situs mengalami down. Selain itu, tutur Ryan, sosialisasi ihwal teknis pelaksanaan yang belum jelas membuat mahasiswa kebingungan karena informasi tidak tersampaikan dengan baik kepada calon wisudawan.

“Ya dari segi pendaftaran, situsnya itu down. Terus buat teknis pelaksaannya juga belum jelas mau gimana-gimananya,” ujar Ryan saat dihubungi melalui telepon.

Menanggapi hal tersebut, Jaja Suteja, Wakil Rektor 1 Unpas menerangkan, segala hal ihwal penyelenggaraan wisuda menurutnya sudah disosialisasikan baik melalui situs web maupun media sosial Unpas. Selain itu, Jaja juga mengatakan, teknis pelaksanaan wisuda gelombang 1 TA 2020/2021 digelar secara semi-daring, di mana hanya wisudawan terbaik yang hadir secara langsung.

“Prosesi penyematan pakai Zoom, dilakukan oleh tiap orang tua wisudawan. (Sementara) yang hadir hanya perwakilan alumni terbaik saja,” kata Jaja.

Jaja menambahkan, pendaftaran wisuda gelombang 1 TA 2020/2021 dapat diakses melalui situs akademik Unpas. Adapun besaran biaya wisuda S1 sebesar Rp.850.000,00 sedangkan S2 dan S3 sebesar Rp.950.000,00 dengan menggunakan Virtual Account yang tertera pada formulir registrasi.

“Biaya registrasi tersebut akan dialokasian untuk jaringan dan perlengkapan wisuda seperti topi wisuda, toga, kalung, dan map,” jelas Jaja.

 

 

INDAH AULIA PUSPITA

No Responses

Tinggalkan Balasan