Asa

(Sumber : pxhere.com)

Seorang puan dengan wajah sayu

Terpincang-pincang jalannya

Terdengar setiap degap-degup detaknya

Nafasnya pun terengah-engah

Ia mendera, menderu, menderaikan rasa

Raganya pun kini tengah kuyup, akibat hujan lebat

Ia selalu mencoba meronta, merantai setiap asa

Namun setiap asa selalu saja binasa

Ia selalu saja bertanya

Mengapa semua hal tak dapat memenuhi hasratnya

Jawabannya,

Karena ia mesti belajar mengenai suratan yang maha kuasa

 

Dinda Angelica

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2017

No Responses

Tinggalkan Balasan