Sang Anggrek Besi

(onlinetvcast)

(onlinetvcast)

Judul        : The Lady
Durasi      : 132 Menit
Rilis         : 5 April 2012
Genre       : Biografi | Drama | Sejarah
Sutradara :  Luc Besson
Pemeran  :  Michelle Yeoh, David Thewlis, Jonathan Raggett

Keindahan pesona Burma menjadi awal pembuka film The Lady yang dirilis tahun 2012 lalu. Burma yang dikenal sebagai kota yang memiliki batu safir sebiru langit dan berbagai perhiasan yang tak terbayangkan, telah dirampas oleh tentara dari negeri lain. Mereka mengambil seluruh harta benda yang berharga dan membuat seluruh penduduknya jatuh miskin. Begitulah sekilas gambaran tentang Burma pada tahun 1947 lalu.

Pada tahun-tahun itu keadaan di Burma semakin kacau saja. Puluhan demonstran melakukan aksi protes menentang pembantaian para mahasiswa oleh para penguasa yang memerintah dengan tangan besi. Banyak jatuh korban jiwa saat itu. mahasiswa dibunuh dengan brutalnya oleh para tentara.

Aung San Suu Kyi (Michelle Yeoh) yang menyaksikan berita itu lewat televisi mulai merasa risau, Rangoon, Burma adalah tempat kelahirannya. Tak lama kemudian suara telepon berdering. Kabar buruk datang dari keluarganya di Burma. Ibunda Suu terkena penyakit stroke dan Suu harus berangkat ke Burma secepat mungkin.

Sontak Michael Aris (David Thewlis), suaminya beserta kedua anaknya Kim Aris (Jonathan Ragget) dan Alexander Aris (Jonathan Woodhouse) mengkhawatirkan Suu yang akan berangkat ke Burma sendirian. mengingat kondisi di Burma yang sangat tak aman saat itu. selain itu akses untuk berkomunikasi yang sangat sulit juga menjadi hal yang dikhawatirkannya. Namun Suu tetap berangkat.

Setibanya di Burma, Suu diawasi oleh para tentara-tentara yang berjaga. Suu langsung datang ke rumah sakit tempat ibunya kini dirawat. Keesokan harinya terjadilah hal di luar dugaan Suu. Kembali terjadi pemberontakan dan pembantaian mahasiswa. Pada saat itu Suu menyaksikan langsung kekejaman para tentara dengan mudahnya menembak, memukul, dan membunuh mahasiswa. Bahkan sang dokter yang berusaha melindungi mahasiswa itu pun dibunuh di hadapan Suu.

Film yang diangkat berdasarkan kisah nyata ini, berhasil dikemas menjadi cerita yang penuh drama perjuangan yang mengagumkan. Seorang wanita yang meneruskan perjuangan ayahnya dulu untuk menegakan demokrasi di Burma. Hal yang membuat cerita ini tak biasa karena seorang wanita dapat memperjuangkan hak rakyatnya dengan tenang.

Hal yang cukup menarik dalam film ini adalah ketika Michael harus menggantikan pekerjaan rumah tangga yang biasa dikerjakan oleh Suu. Seperti menyetrika sampai memasak. Namun inilah hal yang cukup menggelitik ketika Michael membuatkan bubur yang sangat aneh untuk makan malam kedua anaknya. Tampak kedua anaknya terdiam hening melihat hasil masakan ayahnya itu. di saat cerita sedang dalam ketegangan Luc Besson dapat menyisipkan unsur komedi sebagai penyeimbang cerita.

Yang menjadi inti pada cerita ini adalah perjuangan Suu demi rakyat di Burma untuk menegakan demokrasi melanjutkan perjuangan ayahnya dulu. Namun dalam mencapai tujuan itu banyak sekali tantangan yang harus dihadapinya. Demi memerdekakan orang lain, Suu rela kehilangan kemerdekaannya sendiri. Ia harus berpisah jauh dengan keluarganya sampai bertahun-tahun lamanya, tak bisa berkomunikasi dengan siapa pun, ia juga menjadi tahanan rumah slama 15 tahun lamanya. Ia dibebaskan pada tahun 2010 lalu. Namun bukan berarti ia bebas begitu saja. Ia dituduh melakukan kekerasan, pembantaian, penyiksaan, pemerkosaan, dan kerja paksa.

Hal yang menyedihkan dalam film ini ketika Michael meninggal dunia. Michael yang mengidap penyakit kanker prostat difonis hidupnya tak akan lama lagi. Hanya berkisar lima bulan sampai lima tahun saja. Saat itu Suu tak ada di sampingnya, yang menemaninya terus adalah kedua putranya dan satu orang mahasiswanya, Karma (Benedict Wong). Pada Maret 1999, Michael meninggal tepat di hari ulang tahunnya yang ke-53. Suu yang mendengar berita itu dari radio, tak kuasa lagi menahan kesedihannya karena ia tak bisa berbuat apa pun saat itu.  

SUDURY SEPTA MARDIAH
Penulis adalah Anggota Muda LPM Jumpa Unpas

No Responses

Tinggalkan Balasan