Pilu dalam Pusaran Tambang

Sumber: https://siasatpartikelir.com

Judul : Sexy Killers

Durasi  : 1:28:44

Produksi : Watch Doc

Genre : Dokumenter

 

Sexy Killers, film dokumenter yang digarap setelah perjalanan panjang dua jurnalis dari Watchdoc selama 365 hari ini, merupakan film ke 12 yang sudah dikeluarkan. Senada dengan ke 11 filmnya yang lain, Sexy Killers juga sarat akan investigasi didalamnya.

Sexy Killers merekam aktivitas besar pertambangan di pulau Kalimantan sebagai daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia. Sexy Killers, tidak hanya menyoroti bagaimana proses batu bara itu diambil dari dalam perut bumi, tetapi sampai proses kapal–kapal tongkang batu bara mengantarkan ke beberapa PLTU yang berada di pulau Bali dan Jawa untuk menyuplai listrik. Jumlah batu bara yang sangat melimpah di pulau Kalimantan membuat menjamurnya penambang batu bara di pulau ini, sehingga tidak sedikit galian yang dibuat dekat dengan pemukiman warga bahkan sekolahan.

Kondisi yang dapat disebut memprihatinkan di Provinsi Kalimantan Timur ini, bisa dilhat dari bekas galian tambang yang berjumlah 3500 titik. Jumlah ini tidak sedikit, akan sangat berbahaya bagi anak-anak maupun orang desa yang tinggal di sekitar galian. Dalam jangka waktu empat tahun terhitung 2014 hingga 2018 sudah mencapai 115 jiwa meninggal dunia akibat tenggelam di bekas galian batu bara tersebut.

Banyaknya bekas galian batu bara ini sangat memprihatinkan. Sayangnya pemerintah setempat menganggap bahwa bekas galian batu bara ini tidak mengancam bahkan hal yang biasa dan sudah takdirnya, seperti penggalan wawancara gubernur Kalimantan Timur “ya namanya nasibnya dia, meninggal di kolam tambang, kan”.

Regulasi terhadap galian bekas tambang dan segala kegiatan setelah penggalianpun tidak ada kejelasannya. Walau perusahaan sudah dimintai sejumlah uang untuk biaya reklamasi, namun tak ada upaya maksimal untuk menutup kembali bekas galian tambang tersebut. Kecuali menutup sekitar lubang galian menggunakan sebidang papan seng.

Masyarakat disekitar galian bekas tambang batu bara juga melakukan protes namun berujung pada persekusi. Seorang bapak di desa kertabuana kabupaten Kutai Kerta Negara, ditangkap dengan dalih mengganggu jalannya operasional perusahaan. Kasus tersebut membuat jera para warga yang melakukan protes terhadap aktivitas tambang. Kondisi yang memprihatinkan ini membuat sebuah organisasi non profit asal Belanda yang berfokus pada lingkungan ikut ambil bagian dalam menyuarakan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari PLTU beserta aktivitasnya. Serta ada juga beberapa daerah yang melakukan penolakan terhadap PLTU karena aktivitas tambang memiliki andil dalam kerusakan alam, bahkan mengganggu kesehatan hingga harus merenggut nyawa warga di sekitarnya.

Selain potret aktivitas pertambangan batu bara yang sangat banyak kejanggalan dan kepiluan, sexy killers juga membuka segudang nama pemilik perusahaan serta deretan penanam modal yang bergulat dalam perebutan kursi RI 1. Pada bab ini mereka memiliki andil dalam aktivitas tambang, begitu juga dengan orang – orang yang berada di lingkup pencalonannya. Situasi ini membuat kita mengerti bahwasanya kandidat yang bertarung dalam perebutan RI 1 ini sedikit banyak bertanggung jawab terhadap dampak negatif yang ditimbulkan dari pertambangan batu bara.

Peluncuran film yang dilakukan menjelang pencoblosan ini mungkin dapat menjadi alternatif informasi dari berbagai pemberitaan yang berkeliaran di internet. Sehingga memungkinkan untuk menyegarkan pemikiran kita dalam menghadapi pemilu yang panas ini, serta memperoleh gambaran terhadap gelapnya dunia tambang Indonesia khususnya tentang sistem oligarki yang terjadi di Indonesia.

 

M. TARUNA PRIMA RAHARDI

Penulis adalah Anggota LPM Jumpa

No Responses

Tinggalkan Balasan