Kawan dan Lawan, Kisah Dua Legenda Pembalap Formula 1

Rush (2013)

Rush (2013)

Judul         : Rush

Durasi       : 123 menit

Rilis           :  13 September 2013

Genre        : Laga, Biografi, Drama, Olahraga

Sutradara  : Ron Howard

Pemain      : Chris Hemsworth, Daniel Brühl

James Hunt, seorang pembalap Inggris yang playboy diperankan oleh Chris Hemsworth dan saingannya Daniel Brühl sebagai Niki Lauda. Rush diambil dari kisah nyata era keemasan balap  Formula 1 pada 1970-an. Tidak hanya tentang persaingan keduanya yang sengit di sirkuit balapan, tapi juga di kehidupan pribadi mereka. Hunt yang sombong dan nekat, Lauda yang brilian dan metodis, bersedia melakukan apapun untuk berdiri di podium juara dunia.

Dari tangan dinginnya Ron Howard yang pernah menyutradai film-film berkelas seperti Backdraft, Beautiful Mind, Frost/Nixon, Apollo 13, DaVinci Code, Angels & Demons hingga Cinderella Man. Rush dibuat spektakuler dengan mengangkat kembali persaingan dua legenda dalam menjuarai Formula 1 musim 1976. Kisah film ini dramatis dan menarik. Rush dianggap apik oleh kritikus film dan merupakan pertanda kembalinya Ron Howard di film kelas Box Office Hollywood. Bahkan Rush termasuk dalam lima film terlaris Hollywood pada Oktober 2013. Selama dua minggu tayang, Rush meraih 21, 7 miliar Rupiah.

Karir Hunt bermula ketika menjadi pembalap kelas teri. Pada tahun 1973, ia menjadi pembalap Formula 1 dan bergabung di tim Hesketh. Selama dua musim di Hesketh, Hunt bersama timnya berhasil finis di posisi delapan dan empat. Akhir tahun 1975, Hunt pindah ke tim McLaren dan membawa pulang gelar juara dunia 1976. Setelah menjalani satu musim yang mengecewakan dengan tim Wolf, Hunt memutuskan untuk pensiun. Hunt memilih menjadi komentator balap dan bergelut di dunia bisnis. Lepas dari karirnya sebagai pembalap, kehidupan pribadi Hunt tetap dipenuhi dengan banyak wanita.

Di lain sisi, keluarga Lauda tidak menyetujui keinginan Lauda menjadi seorang pembalap. Keluarga Lauda bergelut dalam dunia bisnis dan mengharapkan Lauda mengurusi bisnis keluarga. Namun, kecintaannya terhadap balapan membuatnya rela berjuang sendiri walaupun di tengah ketidaksuksesannya di awal tahun 1970-an.

Hunt dan Lauda pertama kali bertemu di arena balapan British Formula 3. Pada seri pembuka mobil mereka bahkan nyaris bertabrakan. Lauda sering mengalami kekalahan saat itu. Kemenangan Hunt membuat Lauda tidak mau kalah saing. Demi ambisinya naik ke Formula 1, Lauda melakukan berbagai macam cara bahkan sampai meminjam uang di bank. Setelah melewati berbagai proses, pembalap asal Austria itu berhasil direkrut oleh tim Ferrari pada 1974 dan menjadi juara dunia setahun kemudian. Ia juga menikah dengan seorang sosialita, Marlene Knauss, yang diperankan oleh Alexandra Maria Lara.

Formula 1 musim 1976 pun dimulai. Hunt percaya diri karena akhirnya memiliki mobil yang kecepatannya seimbang dengan rivalnya di Ferrari, sementara Lauda tetap fokus dan serius. Musim balapan tersebut berjalan dengan dramatis. Di saat Lauda menang, Hunt diterpa kesialan. Begitu pun sebaliknya. Meskipun demikian, Lauda berhasil unggul dari Hunt.

Semua keberuntungan berbalik ketika Lauda mengalami kecelakaan yang parah dalam balapan di Sirkuit Nurburgring, Jerman. Paru-paru Lauda penuh racun akibat terjebak lama di dalam mobil terbakar dan mengalami luka bakar serius. Lauda harus absen untuk menjalani proses penyembuhan sehingga membuatnya melewati beberapa seri. Padahal saat itu Lauda sedang memimpin klasemen.

Absennya Lauda dimanfaatkan dengan baik oleh Hunt. Ia meraih poin maksimal sehingga hampir mendekati posisi Lauda di klasemen pembalap. Selama enam minggu di rumah sakit, Lauda hanya mampu melihat kemenangan Hunt. Tidak berselang lama, Lauda kembali ke arena balapan dengan luka bakar yang belum sembuh sepenuhnya. Ia bertekad mengalahkan Hunt.

Menjelang seri balap terakhir di Jepang, Hunt hanya tertinggal tiga poin dari Lauda. Hujan yang mengguyur Jepang sejak pagi menjadi kendala bagi Lauda untuk terus balapan. Ia terpaksa berhenti lebih awal karena kondisi jalan yang licin dan teringat akan istrinya, Marlene. Marlene sangat setia menemani suaminya ketika di rumah sakit. Marlene mendukung apapun yang dilakukan Lauda, walaupun ia khawatir dengan kondisi suaminya. Keputusan Lauda disambut dengan senyuman oleh Marlene.

Ketegangan terjadi ketika kondisi Hunt juga tidak berjalan mulus. Bannya sempat pecah membuat Hunt tergelincir di posisi kelima. Tekad yang kuat walaupun dengan tangan yang penuh darah, ia tetap melaju di sirkuit dan berhasil menduduki posisi ketiga. Hunt mengumpulkan empat poin yang menggiringnya merebut gelar juara dunia tahun 1976 dari Lauda.

Walaupun Hunt dan Lauda sering cekcok, siapa yang menyangka jika keduanya adalah teman baik. Bahkan Lauda asli yang kini telah berusia 65 tahun berharap Hunt masih hidup dan menonton film ini. Hunt, pecandu alkohol dan suka berkelahi itu meninggal pada tahun 1993 karena serangan jantung.

Rush memang sempurna untuk ditonton oleh penggemar motorsport. Tidak mengherankan berbagai pujian banyak berdatangan dari orang-orang di Formula 1. Rush bukan hanya sekedar film biografi biasa. Chris Hemsworth, aktor tampan asal Australia yang pernah berperan sebagai pemeran utama di film Thor dipilih karena mirip dengan Hunt asli. Dengan menggunakan teknik make-up yang canggih, Daniel Brühl bahkan dibuat semirip mungkin dengan Lauda asli, juara dunia tiga kali di Formula 1. Brühl dan Hemsworth mampu menghidupkan kembali kedua legenda tersebut. Rush menyentuh penonton dengan caranya sendiri, bahkan bagi yang tidak menyukai balapan Formula 1 sekalipun. Hunt dan Lauda, lawan sekaligus kawan.

SASTIKA DEWI KABALMAY

Penulis adalah Anggota Muda LPM Jumpa Unpas 

 

No Responses

Tinggalkan Balasan