Ratusan Sanak Saudara Wisudawan Kecewa Tak Bisa Masuk Gedung Sabuga

Ratusan sanak saudara wisudawan tidak bisa masuk ke dalam gedung Sabuga. Sebagian dari mereka hanya bisa melihat dari kaca yang berada di pintu. (Sudury Septa Mardiah/JUMPAONLINE)

Ratusan sanak saudara wisudawan tidak bisa masuk ke dalam gedung Sabuga. Sebagian dari mereka hanya bisa melihat dari kaca yang berada di pintu. (Sudury Septa Mardiah/JUMPAONLINE)

Sabuga, Jumpaonline Sabtu, 15 November 2014 Universitas Pasundan (Unpas) menyelenggarakan wisuda gelombang pertama yang bertempat di gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga). Wisuda Gelombang pertama secara resmi dibuka oleh Rektor Unpas, Eddy Jusuf dengan Jumlah wisudawan sebanyak 1712 orang terdiri dari Sarjana ,Magister, dan Doktor. Namun ratusan sanak saudara wisudawan kecewa karena tak bisa masuk gedung Sabuga untuk menyaksikan putra putrinya diwisuda secara langsung.

Jumlah undangan yang terbatas, menjadi salah satu faktor seluruh sanak saudara tak bisa masuk. Seperti yang dialami Cicih, 60 tahun, hanya bisa berdiri di luar pagar, beliau merasa kecewa karena tidak bisa melihat cucunya diwisuda. ‘’Saya kecewa gak bisa masuk,’’ ujarnya, tapi secara keseluruhan panitia sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.

Lain halnya dengan Cicih, menurut Endi susilo, 54 tahun, salah satu orang tua wisudawan mengungkapkan bahwa ia merasa cukup legowo walaupun hanya melihat anaknya diwisuda dari layar monitor yang disediakan jadi ia tidak merasa sia-sia datang dari Cirebon.

Suasana gedung dipenuhi wajah gembira dan haru tidak sedikit para wisudawan yang menangis sambil memeluk orangtuanya. Ada yang berbeda dari wisuda kali ini karena bertepatan dengan Dies Natalis Unpas yang ke 54. Lulusan terbaik kali ini berasal dari Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi yang meraih IPK 3,96 atas nama Anisa Reski.

TIARA AMANDA VAN GOBEL | ADITHYA BERLIAN PRATAMA ARSAD

Calon Anggota Muda LPM Jumpa

No Responses

Tinggalkan Balasan