Minimnya Upah Penjaga Rumah Inggit Garnasih

Jajang Ujat (tengah), penjaga bekas rumah Inggit Garnasih. Agung Gunawan Sutrisna/JUMPAONLINE

Jajang Ujat (tengah), penjaga bekas rumah Inggit Garnasih. Agung Gunawan Sutrisna/JUMPAONLINE

Bandung – Jumpaonline, “Honor segitu mana cukup,” itulah yang diucapkan oleh Jajang Ujat, 38 tahun, penjaga rumah bersejarah Inggit Garnasih yang berada di Jl. Inggit Garnasih No. 8 Ciateul Bandung, 26 November 2013. Semenjak memulai pekerjaannya di tahun 2004, Jajang merasa upahnya tidak sepadan dengan pekerjaannya. Dalam waktu dua bulan lebih tiga minggu Jajang hanya mendapat upah sebesar satu juta.

Menurutnya, honor satu juta itu untuk makan dan ongkos pulang pergi saja sudah kurang. Oleh karena itu istrinya juga bekerja untuk menutupi penghasilannya yang kurang.

“Banyak orang yang berkata pekerjaan saya enak, hanya duduk dan menjaga rumah saja. Padahal itu hanya yang terlihat saja, dan orang-orang selalu menyangka saya mendapatkan honor yang besar.”

Jajang berharap pemerintah dapat memberi perhatian lebih baik untuk perawatan rumah dan honor para pekerjanya. “Saya harap pemerintah dapat lebih mengerti lagi dan mempertimbangkan honornya,” kata Jajang kepada Jumpaonline.

SUDURY SEPTA MARDIAH 

No Responses

Tinggalkan Balasan