Minat Baca Masyarakat Indonesia Rendah

apttutoring.com

apttutoring.com

Bandung, Jumpaonline Minat baca masyarakat  Indonesia rendah. Menurut data yang disusun oleh Central Connecticut State University tahun 2016, Indonesia menduduki posisi 60 dari 62 negara yang diteliti. Data dari UNESCO tahun 2012 menunjukan indeks tingkat membaca orang Indonesia adalah 0,001, artinya hanya 1 dari 1.000 orang Indonesia yang membaca.

“Dilihat dari data-data tersebut minat baca orang Indonesia sungguh mengecewakan,” ujar Zen R.S, seorang penulis dan founder panditfootball.com di kegiatan Bincang Isola pada Jumat, 27 Mei 2016.

Beberapa persen orang Indonesia yang sering membaca buku kebanyakan orientasinya untuk kebutuhan praktis, seperti mengerjakan tugas, membaca untuk mengejar nilai tugas, dan supaya kerja lebih efekif. Bukan membaca untuk memperluas horizon untuk menguji iman, menguji ide atau menguji kepercayaan. Itulah yang menjelaskan mengapa buku-buku yang laris rata-rata adalah buku-buku How to, motivasi, dan yang ringan. Buku-buku yang mempersoalkan gagasan, sulit sekali untuk menjadi bestseller tambahnya.

Menurut Zen cara untuk meningkatkan minat baca di negeri ini yaitu dengan mengubah sistem pendidikan yang saat ini lebih berorientasi pada hasil, menjadi pendidikan yang berorientasi pada proses. Masyarakat Indonesia lebih menghargai hasil daripada proses, seperti saat Ujian Nasional, orang-orang berlomba mencapai hasil yang maksimal dengan cara yang pragmatis.

“Karena hal tersebut orang Indonesia tidak bisa menikmati proses saat mencari ilmu,” ucapnya.

Firman Nugraha salah satu mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berpendapat bahwa rendahnya minat baca disebabkan oleh sistem pendidikan yang sekarang ini, mahasiswa atau peserta didik cenderung membaca buku-buku formal seperti buku mata pelajaran saja. Sehingga untuk berpikir hal lain di luar mata pelajaran pemikiran mereka akan sempit.

Dia juga menambahkan dengan sedikitnya minat membaca pelajar Indonesia dapat membuat lulusan sekolah atau universitas menjadi berkualitas rendah. Dengan sedikitnya minat membaca, pelajar-pelajar yang apatis akan makin mendominasi.

 

DIANITA ASYIFA

Anggota Muda LPM Unpas

 

 

 

No Responses

Tinggalkan Balasan