Mengungkap Fakta, Korbankan Nyawa

(www.fmoviemag.com)

(www.fmoviemag.com)

Judul FIlm : Police Story
Genre         : Action, Drama, Crime
Sutradara  : Sheng Ding
Pemain      : Jackie Chan, Ye Liu, Tian Jing
Durasi        : 108 menit
Rillis           : 24 Desember 2013

Sepenggal adegan Zhong Wen (Jackie Chan) yang mengangkat pistol ke arah kepalanya mengawali adegan dalam film Police Story yang dirilis tahun 2013 lalu. Penonton mungkin akan bertanya-tanya setelah menyaksikan sepenggal adegan tadi, apalagi suasana latar diburamkan. Namun pada akhir film, anda akan mendapatkan jawabannya.

Perjalanan Zhong dimulai dengan mencari Bar Wu tempat Zhong akan bertemu dengan putrinya Miao Miao (Jing Tian). Bar itu memiliki desain yang tak biasa. Dari luar tergantung beberapa rantai besar, kemudian ada pipa-pipa yang berukuran besar di atas bangunannya. Setelah dipersilahkan, Zhong masuk ke dalam bar itu.

Bar itu sangat ramai dikunjungi orang. Zhong mulai mencari kamar nomor 7 tempat ia akan bertemu dengan putrinya. Tiba-tiba Wu Jiang (Liu Ye) menghampirinya di drink bar dan mengatakan Miao belum ada di sana. Wu Jiang adalah pemilik Bar Wu itu. Dulunya bar itu adalah bekas pabrik pipa, namun karena alasan kerusakan lingkungan pabrik itu ditutup dan dijadikan sebuah bar olehnya.

Wu Jiang sudah lama mengatur strategi untuk membawa Zhong ke dalam rencanannya. Meskipun Miao merahasiakan identitas ayahnya yang seorang polisi itu, Wu Jiang tetap mengetahuinya. Wu Jiang memanfaatkan Miao dengan menjadikan ia kekasihnya agar bisa membawa Zhong ke hadapannya. Wu Jiang hampir gagal menjalankan rencanannya karena berkali-kali Zhong melarikan diri. Namun karena Wu Jiang mengancam dan menyandera banyak orang Zhong terpaksa mengikuti keinginannya.

Pusat cerita dalam film ini adalah aksi keberanian Zhong yang siap mengambil risiko apapun meski membahayakan nyawanya demi keselamatan banyak orang. Apalagi karena putrinya menjadi korban kejahatan Wu Jiang yang berambisi untuk bertemu dengan Wei Xiao Fu (Zhou Xiao’ou). Wei adalah seorang narapidana yang dituduh membunuh adik Wu Jiang di sebuah apotek. Singkatnya Wu Jiang ingin mengungkap kebenaran tentang kematian adikknya.

Tiga orang lainnya yang ada di lokasi kejadian saat itu juga menjadi sandera Wu Jiang. Mereka dikurung di sebuah kurungan yang digantung, tangan mereka diikat, dan lehernya dipasang bom waktu. 

Film ini cukup menegangkan karena dalam aksi penyelamatannya Zhong berpacu dengan waktu yang sangat singkat dan banyak nyawa yang dipertaruhkan di sana. Aksi-aksi Zhong saat bertarung untuk menyelamatkan sandera dikemas sangat baik. Tiap adegannya dipadu dengan efek yang baik dan diperlambat sehingga menunjukan dramatisasi yang sempurna.

Hal yang sangat menonjol dari film ini adalah kemampuan Jackie Chan melakukan aksi-aksi penyelamatan dan pelarian dalam situasi yang sulit. Misalnya adegan Zhong yang berusaha melarikan diri ketika tangan dan kakinya terikat dengan kawat di kursi. Ia berusaha melepaskan tangannya dari kawat itu dengan tenang. Zhong harus sangat berhati-hati karena di sana Wu Jiang terus mengawasinya. Namun berkali-kali ketika Wu mengangkat telepon kesempatan itu dimanfaatkan Zhong untuk mebuka kawat yang mengikat tangannya dengan sangat kuat. Ketika Wu kembali ke hadapannya Zhong terlihat tenang dan seolah tak terjadi apa pun. Padahal ia sedang merasakan sakit pada tangannya karena ia memaksakan diri untuk memutar kawat itu. Zhong berhasil menyelamatkan diri ketika Wu meninggalkannya sendiri di ruangannya.

Puncaknya, film ini memiliki akhir yang tak terduga dan sangat menegangkan. Adegan Zhong yang dihadapkan dengan dua pilihan yang sangat sulit antara hidup dan mati. Miao yang disandera Wu diancam akan dibunuh olehnya. Wu sudah menempelkan pisau kecil ke leher Miao berkali-kali sampai lehernya mulai berdarah. Wu memberikan dua pilihan pada Zhong. Pertama jika Zhong bersedia menembak dirinya sendiri, Miao akan dilepaksan dan selamat. Namun sebaliknya, jika Zhong tak mau, Miao akan dibunuh oleh Wu di hadapannya.

Zhong terlihat sangat kebingungan dan terus menatap Miao yang berteriak “Jangan percaya pada ucapannya, jangan lakukan itu!” Wu melempar sebuah pistol yang tersisa satu peluru di dalamnya untuk Zhong. Zhong yang dihadapkan dengan dua pilihan sulit itu meneteskan air matanya sambil melihat Miao yang terus meronta-ronta. Namun Zhong lebih memilih untuk menyelamatkan putri kesayangannya. Ia mengarahkan pistol itu tepat ke kepalanya. Zhong memberikan kata-kata terakhir untuk putrinya itu sambil menangis ia berkata “Putriku, aku telah jadi ayah yang buruk. Aku tak punya waktu untukmu dan membuatmu merasa rapuh maafkan aku. Tapi untukmu… akan ku lakukan apapun,” kemudian ia menarik pelatuk pada pistol itu dan anda akan dikejutkan dengan adegan selanjutnya.

Film ini layak untuk ditonton dan sangat menarik. Bukan hanya perjuangan seorang polisi yang mengabdi untuk menyelamatkan nyawa banyak orang yang menjadi sanderaan Wu. Tapi di sana juga Zhong dilibatkan dalam konflik pribadi antara ia dengan Maio, putrinya.

SUDURY SEPTA MARDIAH

No Responses

Tinggalkan Balasan