Melawan Penggusuran Melalui Festival Kampung Kota

Tampak beberapa orang duduk di depan lapak penjual pakaian yang berlokasi di area FKK pada Jumat, 1 Desember 2017. Tempat pelaksanaan FKK sendiri yaitu di area pemukiman warga Dago Elos. (M. Faqih Zalfitri Razak / JUMPAONLINE)

Bandung, Jumpaonline –  Sebanyak 68 kolektif di kota Bandung yang tergabung dalam forum solidaritas rakyat melawan penggusuran mengadakan acara Festival Kampung Kota (FKK). Acara yang mengangkat isu urban bertemakan penggusuran ini bertempat di Balai warga RW 11 Dago Elos, Bandung. Acara ini diselenggarakan sejak Minggu, 26 November sampai Minggu, 24 Desember, dengan beberapa rangkaian kegiatan.

Acara ini bukan sekadar acara kemanusiaan biasa. Ucok selaku penanggung jawab acara, menegaskan kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat isu urban sekaligus merayakan jaringan komunitas di Bandung dengan membuat kegiatan kebudayaan.

“Festival Kampung Kota ini merayakan jaringan komunitas di kota Bandung dengan membuat kegiatan kebudayaan yang irisannya sama yaitu perjuangan warga,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatannya, panitia FKK juga mengadakan pameran fotografi. Foto-foto yang ditampilkan menggambarkan sisi lain dari kampung kota. Rahar, penanggung jawab pameran foto, memperbolehkan kepada teman-teman yang mau menyumbangkan fotonya untuk ditampilkan di pameran foto FKK ini.

“Siapapun yang tertarik untuk berkontribusi, boleh menambah foto di sini asalkan temanya kehidupan kampung kota,” ujar Rahar.

Tedi, warga Dago Elos, merasa bangga dengan apa yang dilakukan oleh panitia FKK ini. Ia mengatakan, warga merasa terdampingi dengan diadakannya kegiatan ini terkait dengan kasus penggusuran yang terjadi di daerah Dago elos.

“Saya bangga sama mahasiswa yang membuat kegiatan ini terkait dengan kasus tanah di sini, kalau bisa kegiatan ini diselenggarakan terus berkelanjutan,” ungkap Tedi.

M. FAQIH ZALFITRI RAZAK

 

No Responses

Tinggalkan Balasan