Damailah Indonesiaku!

(www.dev.pixme.co)

(www.dev.pixme.co)

Era demokrasi mulai berkembang di negeri ini sejak runtuhnya rezim orde baru. Harapan banyak orang dengan demokrasi ini ialah semakin didengarnya apa kata rakyat Indonesia dengan tidak dihalangi atau dibatasi hak-hak bicaranya.Tapi nyatanya, negeri ini kurang begitu melindungi dan memperhatikan hak-hak rakyatnya, baik itu hak bicara, hak mendapat kelayakan hidup maupun hak bebas berkepercayaan dan memeluk agama.

Agama secara etimologis berasal dari bahasa Sansekerta yang tersusun dari kata “a” yang berarti “tidak” dan “gama” berarti “kacau”. Bisa diartikan agama berarti tidak kacau. Setiap agama pasti menyerukan kebaikan dan kedamaian. Lalu mengapa konflik antar beragama masih sering terjadi, bahkan sesama pemeluk pun masih sering terjadi konflik? Sebagai orang yang paham tentang agama seharusnya kita saling menghargai perbedaan dalam memeluk kepercayaan.

Benar atau salah suatu kepercayaan, manusia tidak bisa menghakimi suatu golongan atau suatu kaum, sebab masalah kepercayaan tidak bisa dipaksakaan kepada seseorang. Melihat banyaknya insiden di negeri ini dengan dalih mempertahankan kepercayaan tak bisa menjadi alasan untuk bisa berontak bahkan sampai serang-menyerang yang berdampak pada tewasnya nyawa seseorang. Negeri ini menganut paham Pancasila yang mana rakyatnya bebas mengekspresikan apa yang dikehendakinya asalkan tak menyalahi aturan hukum. Tak ada satu pun agama di dunia ini yang mengajarkan atau memerintahkan penganutnya untuk saling menyerang.

Dalam artikel Kamajaya Al Katuuk (Direktur IndIt. Staf Pengajar Universitas Negeri Manado) dipaparkan bahwa dialogis diantara para penganut agama dan negara secara care and aware (awas-sadar) harus senantiasa menemukan cara agar akses beragama dapat dikelola dengan target mengoptimalkan janji agama sebagai petunjuk jalan damai. Bukan sebaliknya, kacau dan teror.

Sudah sepatutnya negara mengambil peran untuk menjaga agar keadilan dan kebebasan dalam menjalankan kegiatan keagamaan. Negara juga harus menjaga kerukunan beragama.

Ungkapan Hans Kung, “No peace among nations without peace among religions, no peace among the religions without dialogue among the religions,” : jangan harap negara aman bila tidak tercipta keamanan di antara para penganut agama, jangan pula berharap hubungan antar agama akan tentram bila tidak ada dialog diantara para beragama.

Semoga kita para penganut agama dapat memahami visi dasar sejati agama, yakni sebagai jalan yang tidak kacau yang membawa perdamaian. Sebab siapapun pasti menginginkan untuk dapat hidup dalam damai. Mampu menunaikan hidup sebagai orang yang beragama sesuai dengan kepercayaan yang dianut. Jadi, apapun agama yang dianut, hak dan kewajiban adil dan setara dengan segenap warga lain.

Damailah Indonesiaku!

AGUNG GUNAWAN SUTRISNA
Mantan Sekretaris Umum LPM Jumpa Unpas 2011-2012,
Kini aktif di Bandung Lost Dogs Community