Kisah Inspiratif Tentang Pencarian Teman dan Sebuah Pengakuan

 

(www.gramediapustakautama.com)

(www.gramediapustakautama.com)

Judul Buku : The Privilege of Youth
Penulis : Dave Palzer
Penerjemah : Alex Tri Kantjono
Tebal : 264 halaman
Cetakan 2 : April 2005
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Kisah inspiratif dari seorang Dave, remaja dalam mencari sebuah pengakuan akan dirinya. Buku ini merupakan karyanya yang keempat setelah buku-buku seperti A Child Called “It”, The Lost Boy, dan A Man Maned Dave. Di dalam buku ini Dave menuangkan banyak rasa duka, pengalaman pahit selama ia berada di keluarga asuhnya. Ia tuangkan dalam sudut pandang yang unik. Dave terbentuk menjadi seorang remaja yang tumbuh di antara kekerasan masa kecilnya yang menyakitkan, dengan dunia yang di depannya akan menuntutnya memikul tanggung jawab besar.

Setelah lepas dari kehidupan masa kecilnya yang memilukan bersama seorang ibu yang kejam dan sakit jiwa, ia mulai hidup dengan berbagai macam keluarga asuh. Walaupun dalam kisah hidupnya Dave mengalami kekerasan fisik yang sangat memilukan, ditambah lagi ejekan dan makian dari teman-teman di sekolahnya. Namun ia juga menceritakan ketika menghadapi lingkungan tempat tinggal barunya dan berjumpa dengan sahabat- sahabat sejatinya.

Dari sinilah petualangan seru dan mengasyikan dimulai. Bersama para saudara barunya, Dave banyak melakukan hal baru dan meluapkan emosional remaja pada mobil, pertemanan, kekasih, dan dirinya sendiri. Dan di sini pula Dave berusaha memperkenalkan karakter baru yang berbeda, dan luar biasa dalam menghadapi berbagai rintangan yang menghadang kelak di kehidupannya. Kisah ini mampu menginspirasi dan menggugah hati para pembaca melalui perjalanan hidupnya.

Buku ini diperuntukan kepada umum, namun lebih terfokus kepada para remaja karena di dalam buku ini para remaja akan lebih mensyukuri kehidupnnya. Memberi inspirasi tentang arti sebuah pengakuan, jati diri, dan persahabatan. Selain itu, gaya bahasa yang cenderung terlalu menggambarkan secara detail suatu keadaan atau seseorang, sehingga terkadang membuat kita ingin memenggal beberapa halaman yang hanya menggambarkan keadaan dan tidak fokus pada isi ceritanya.

DWI REINJANI

Penulis adalah anggota LPM Jumpa Unpas

No Responses

Tinggalkan Balasan