Ruang Mimpi Gelar Lakon Drama Musikal

Pementasan drama musikal oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia angkatan 2016 kelas B, sebagai tugas akhir mata kuliah Apresiasi Kajian Drama Indonesia di Gedung Kesenian Rumentangsiang pada, Senin 21 Januari 2019. (Muhammad Fauzi M/JUMPAONLINE)

Tamansari, Jumpaonline Ruang Mimpi menampilkan sebuah drama musikal yang diadaptasi dari karya Yusef Muldina dengan tajuk, Bidadari Yang Ke Empat. Drama ini mengangkat kisah romansa sepasang remaja yang bernama Jaya Mugiri dengan Endah Surendah. Namun, kisah tersebut harus sampuk dengan restu yang diakibatkan oleh rekam jejak pertikaian antara masing-masing kedua orang tuanya. Alhasil, mereka pun memutuskan nikah terbang dari Gunung Cupu ke kayangan untuk memuluskan kisah kasihnya.

“Saling suka antara Endah Surendah dengan Jaya Mugiri, namun mereka tidak direstui oleh orang tuanya. Akhirnya, mereka juga memutuskan kawin terbang.” Tutur Rahmat Hidayat pemeran tokoh Jaya Mugiri saat ditemui di G.K Rumentangsiang, pada Senin, 21 Januari 2019.

Adegan drama ini diperankan oleh Rahmat Hidayat sebagai Jaya Mugiri, Shinta Heriyanita sebagai Endah Surendah, Rohis sebagai Juragan Durja, Fika Unirosati sebagai Surtini, Ahmad Rizal sebagai Juragan Sukaharta, dan Anna Hanum sebagai Sukarsih. Keseluruhan aktor tersebut adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia (PBSI) angkatan 2016, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pasundan (Unpas).

Ruang mimpi ini dimotori oleh sutradara yang bernama Alicia Ananda. Perannya sebagai sutradara, mengatur segala hal untuk dibungkus menjadi adegan dalam sebuah drama. Namun, dalam prosesnya tak luput dari berbagai kendala.

“Dalam prosesnya, anak-anak sulit tepat waktu, sulit aktor kumplit, sulit pemusik kumplit, sulit menghubungkan setiap adegan, dan bagaimana cara menarik penonton biar tertawa,” ucapnya.

Alicia Ananda menambahkan, alasan judul drama musikal tersebut dipilih karena, bisa tanggap dipahami oleh para aktor. Selain alasan tersebut, persiapan yang  singkat pun menjadi pertimbangan dalam menentukannya.

Maudi Maudia, mahasiswa PBSI 2015 menanggapi apresiasinya terhadap penampilan tersebut dengan memetik sebuah nilai yang berguna. Menurutnya, penampilan tersebut memperlihatkan sebuah perjuangan cinta yang tumbuh dari hati.

“Menjalani hidup itu harus dengan sebuah kejujuran.” Tambahnya.

 

MUHAMMAD FAUZI MUBARAK

 

No Responses

Tinggalkan Balasan