Misi Pemasaran dalam Bermusik di Era Digital

Workshop Industri Musik 'Edutainment Music' Himpunan Mahasiswa Seni Musik Unpas ( Rifki Faizal Muzakki/JUMPAONLINE)

Suasana diskusi dalam rangkaian Workshop Industri Musik ‘Edutainment Music’ Himpunan Mahasiswa Seni Musik Unpas ( Rifqi Faizal Muzakki/JUMPAONLINE)

Setiabudi, Jumpaonline Himpunan Mahasiswa Seni Musik Unpas 13elive  yang berarti ‘percaya’, menyelenggarakan acara Workshop Industri Musik yang bertema Edutainment Music. Acara ini diselenggarakan dalam dua rangkaian, yaitu diskusi musik, dan penampilan beberapa band lokal. Demi misi edukasi dalam bermusik, panitia mengundang praktisi musik Noey ‘Java Jive’ dan Wansky dari media Gigsplay.com sebagai pembicara dalam diskusi tersebut.

Noey menganjurkan kepada penikmat musik agar mengakses media online sebagai sarana pemasaran di era digital. Mendukung pernyataan Noey, Wansky mengungkapkan pendapatnya bahwa bekerjasama dengan media sangat diperlukan bahkan untuk bermusik sekalipun.

“Ketika seseorang tidak mau kerjasama dengan media, maka informasi yang dia sebar di sosmed tidak banyak berpengaruh dalam hal pemasaran. Setiap orang berhak berkarya lewat musik dan memasarkannya,” ujar Wansky dalam workshop tersebut, yang berlangsung di Aula Otto Iskandardinata.

Secara garis besar, isi diskusi berkaitan dengan pembelajaran dalam hal pemasaran karya bermusik, tips dan trik, sampai masalah yang dihadapi industri musik dari masa ke masa. Sejalan dengan isi diskusi tersebut, Aldy Restu, Ketua Panitia Workshop Industri Musik  menyatakan, acara ini memang bertujuan untuk memberikan wawasan dalam bermusik tak hanya untuk mahasiswa seni saja.

Workshop ini terbuka untuk umum sehingga 13elive dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarakat umum, karena kita mencoba menyatukan edukasi dengan entertainment dalam bermusik,” ucap Aldy kepada Jumpaonline, Jumat,13 Maret 2015.

Rifqi Faizal Muzakki

Anggota Muda LPM Jumpa Unpas Periode 2014-2015

No Responses

Tinggalkan Balasan