Dirasa Lebih Efektif, Fakultas Hukum Terapkan Finger Print

Salah satu finger print yang ada di Fakultas Hukum Unpas pada Kamis, 17 Januari 2019. (Rifki Ananda/JUMPAONLINE)

Lengkong, Jumpaonline – Fakultas Hukum (FH) Universitas Pasundan (Unpas) terapkan aturan finger print dalam kegiatan perkuliahan. Sistem ini sudah berjalan sejak 2014 silam dan masih terus dikembangkan. Finger print dirasa efektif dalam meminimalisasi kecurangan presensi yang melatah di kalangan mahasiswa.

Ike Kusmiati, Wakil Dekan II FH menjelaskan, penggunaan finger print ini untuk menghindari manipulasi presensi. Selain itu, penerapan sistem ini pun diterapkan untuk mengikuti arus perkembangan zaman.

“Kita pakai finger print untuk mengikuti perkembangan, juga meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam pembelajaran. Jadi gak ada lagi tuh yang namanya absen dititip–titipin,” ucapnya saat ditemui Jumpa pada, Kamis 17 Januari 2019.

Aulia Shafira, mahasiswa FH 2018, keluhkan dampak penggunaan sistem finger print. Menurutnya, pengaplikasian sistem tersebut masih banyak kendala seperti, jari yang tidak dapat terdeteksi hingga memengaruhi presensi kehadirannya.

“Iya, jadi aku pernah tuh pas nge-fingerin jari aku di mesin finger print-nya, jari akunya gak kedeteksi. Terus yaudah, presensi aku otomatis menurun dong. Jadi merasa agak dirugikan aja sih,” tuturnya.

Senada dengan  Aulia, Angga Trianprasetia, mahasiswa Fh 2018 juga mengalami nasib yang sama. Ia turut menuturkan keluhannya sebagai pengguna finger print yang sampai sekarang ini belum pernah bisa efektif.

“Dari pertama masuk Unpas malahan, jari saya enggak pernah bisa kedeteksi mesin finger print itu. Untuk sekarang belum dilaporin ke akademik sih, paling nanti.”Ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ike Kusmiati menyatakan, bahwa yang namanya mesin itu pasti mendaptkan kendala. Sehingga, permasalahan tersebut wajar dialami dalam penggunaanya.

“Namanya juga mesin, buatan manusia. Jadi kalau error itu wajar. Alternatif lainya paling kita gunakan presensi manual atau kalau memang ada mahasiswa yang enggak bisa finger print sama sekali, ada baiknya segera dilaporkan ke akademik. Agar bisa cepat ditindaklanjuti.” Pungkasnya.

 

ELVIRA

Anggota Muda LPM ‘Jumpa’ Unpas

No Responses

Tinggalkan Balasan