Ang Zen: “Menulislah dengan Kreatif, Kelak Tulisanmu Akan Bermanfaat”

Penulis buku 'Bintang di Atas Alhambra', Zezen Zaenal Mutaqin atau Ang Zen (kanan) ketika menjadi pembicara Diskusi dan Bedah Novel oleh LPM Jumpa Unpas, Sabtu, 10 Mei 2014. (SASTIKA DEWI KABALMAY/Jumpaonline)

Penulis buku ‘Bintang di Atas Alhambra’, Zezen Zaenal Mutaqin atau Ang Zen (kanan) ketika menjadi pembicara Diskusi dan Bedah Novel oleh LPM Jumpa Unpas, Sabtu, 10 Mei 2014. (SASTIKA DEWI KABALMAY/Jumpaonline)

Tamansari, Jumpaonline – Penulis buku ‘Bintang di Atas Alhambra’, Zezen Zaenal Mutaqin atau dikenal dengan nama pena Ang Zen menuturkan, pentingnya menulis untuk mengasah potensi diri. Menulis sekecil apapun, seperti catatan harian, agenda pelajaran, dan lain-lain menurut Ang Zen akan menjadi referensi penting di kemudian hari.

“Biasakanlah menulis. Saya dulu banyak menulis diary di buku harian dan ternyata sekarang menjadi bermanfaat untuk bahan penggarapan novel ini (Bintang di Atas Alhambra),” kata Ang Zen saat menjadi pembicara Diskusi dan Bedah Novel di pelataran Masjid Ulul Ilmi Unpas Tamansari pekan lalu.

Ang Zen menambahkan, kebiasaan menulisnya itu mulai ia lakoni sejak duduk di sekolah menengah pertama. Saat itu ia diberi sebuah buku catatan kosong yang awalnya ia hanya menulis bahan-bahan pidato untuk kegiatan di sekolahnya. Dari sana ia mulai terbiasa menulis, bahkan hingga kini ia tetap menulis meski sudah berprofesi sebagai dosen.

“Waktu SMP dulu saya diberi buku bersampul hitam oleh orang tua. Saya banyak mencatat, seperti petikan dari Alquran, Hadits, dan kutipan tokoh-tokoh terkenal. Kini catatan itu masih ada dan berguna,” kata penulis yang pernah mengenyam pendidikan pesantren ini.

Tak hanya menulis, di acara Diskusi dan Bedah Novel itu pun Ang Zen berpesan kepada peserta untuk memperbanyak kuantitas membaca. Menurut Ang Zen, membaca adalah modal utama untuk menulis. Tanpa membaca, maka inspirasi dan imajinasi akan sempit.

“Ketika menulis, ada beberapa buku wajib yang selalu ada di meja saya. Di antaranya buku-buku Pramoedya Ananta Toer dan Paulo Coelho. Sebagai mahasiswa, Anda mesti membaca buku-buku mereka,” ujarnya.

AGUNG GUNAWAN SUTRISNA

No Responses

Tinggalkan Balasan