Jus Kuphi Part 10 Medan, Tempat Pas Untuk Nongkrong

Seorang pegawai Jus Kuphi part 10 Medan sedang memamerkan cara pembuatan jus kuphi yang akan disajikan kepada pelanggan pada Sabtu, 24 Desember 2016. (Muhammad Faqih Zalfitri Razak / JUMPAONLINE)

Seorang pegawai Jus Kuphi part 10 Medan sedang memamerkan cara pembuatan jus kuphi yang akan disajikan kepada pelanggan pada Sabtu, 24 Desember 2016. (Muhammad Faqih Zalfitri Razak / JUMPAONLINE)

 

Bandung, Jumpaonline – Seorang pelayan tampak memamerkan cara pembuatan kopi lewat celah dinding berukuran besar saat memasuki kafe di jalan Tamansari, Bandung, Jawa Barat. Tiga buah hammock yang biasa digunakan untuk bersantai di bawah pohon rindang mulai melambai seiring angin bertiup. ‘Jus Kuphi Medan Part 10’, begitu bunyi sebuah kafe yang menyuguhi kopi khas Aceh yang awal mulanya didirikan di Medan.

Sesuai dengan namanya, kafe ini menyediakan kopi khas Aceh yang nikmat dihidangkan saat sedang mengobrol. Kopi yang menjadi andalan di kafe ini adalah kopi sanger yang disediakan dalam keadaan panas. Yang menarik dari kopi ini adalah penyajiannya yang tradisional dengan cara disaring. Jika pada umumnya, orang-orang Aceh menikmati kopi sanger hanya menggunakan kopi hitam, maka lain hal dengan di Bandung yang mencampurkannya dengan susu.

Bagaimana dengan penggemar kopi dingin? Tenang saja. Kafe ini juga menyediakan jus kuphi. Minuman ini sendiri disebut jus kuphi karena kopi aceh satu ini dibuat dengan cara diblend dan disajikan dalam keadaan dingin. Rasa kopi hitam yang bercampur manisnya susu dalam keadaan dingin ini lebih segar dinikmati saat siang bolong.

Bagi yang bukan merupakan penggemar kopi, tidak usah khawatir karena kafe ini mempunyai menu lainnya. Dimulai dari mojito, jus, teh hangat, teh tarik, dan milo. Variasi menu makanan seperti nasi goreng, ayam penyet, pisang goreng, roti bakar, indomie, pizza mie, kentang goreng, rujak cireng, sampai tahu lada garam pun dapat ditemukan di kafe ini. Dengan dibandrol harga bekisar Rp. 6000 hingga Rp. 25.000, pengunjung sudah bisa menikmati semua itu.

Sesuai dengan tata letaknya yang dekat dengan kampus Universitas Pasundan dan Universitas Islam Bandung, kafe kopi ini menyuguhi fasilitas wifi dan tempat meeting.  Hal ini bertujuan untuk membantu para mahasiswa-mahasiswi yang ingin mengerjakan tugas dan aktif dalam berorganisasi.

Dova Hazakil Salem mulai mengembangkan usahanya ini sekitar empat bulan lalu. Awalnya, ia berpikir bahwa nongkrong bersama teman lebih enak sambil ngopi. Ia mengatakan bahwa obrolan di kafe kopi sangat berbeda dengan di kampus karena banyaknya hal-hal tabu di dunia perkuliahan.

Jus Kuphi Medan Part 10 sendiri merupakan cabang dari kafe kopi yang berdiri di Medan. Kata kuphi sendiri diambil dari kata ‘kupi’ yang artinya adalah kopi dalam bahasa Aceh. Sang pendiri menambahkan huruf h di kedua suku kata tersebut sebagai arti hati yang kemudian dijadikan filosofi tersendiri bagi kafe ini, yang berarti ‘Jaminan untuk senang, kopi untuk pelengkap hati ini’.

“Kupi itu bahasa Acehnya kopi, ditambah h biar ada hati. Karena, jus kuphi itu filosofis sebenarnya, jaminan untuk senang, kopi untuk pelengkap hati ini,” ucap Dova saat ditemui di Jus Kuphi Medan Part 10 pada Sabtu, 24 Desember 2016.

GITA GISELA

Anggota Muda LPM Jumpa

No Responses

Tinggalkan Balasan