Potret Aksi Massa Tolak Tindakan Represif Polisi

Bandung, Jumpaonline – Tim Advokasi Jurnalis Indepeden (TAJI) dan elemen masyarakat lain melancarkan aksi menolak kekerasan terhadap jurnalis di depan Polrestabes Bandung. Aksi yang dilakukan pada Jumat, 13 April 2018 ini mengutuk tindakan represif yang dilakukan polisi sehari sebelumnya terhadap Iqbal jurnalis mahasiswa asal LPM Suaka UIN Sunan Gunung Djati. Aksi diisi oleh rentetan kegiatan seperti orasi, penampilan puisi, dan pembacaan pernyataan sikap.

Aksi yang diinisiasi oleh TAJI ini menuntut pihak kepolisian agar tidak melakukan tindakan represif kepada jurnalis. Mereka sangat menyayangkan insiden ini, karena setiap jurnalis dilindungi undang-undang dan memiliki kode etik dalam menunaikan pekerjaannya. Peserta yang mengikuti aksi tersebut turut mengecam insiden yang dialami Iqbal.

Salah satu peserta aksi berpuisi tentang kekerasan terhadap jurnalis di depan Polrestabes Bandung. (MUHAMMAD FAQIH ZALFITRI RAZAK/JUMPAONLINE)

 

Dua orang peserta demonstrasi tengah memegang spanduk Aliansi Rakyat Anti Penggusuran (ARAP). ARAP merupakan perkumpulan masyarakat yang turut bersolidaritas pada aksi kali ini. (MUHAMMAD FAQIH ZALFITRI RAZAK/JUMPAONLINE)

 

Muhammad Iqbal (memegang megaphone) sedang menjelaskan kejadian represif yang menimpanya. (MUHAMMAD FAQIH ZALFITRI RAZAK/JUMPAONLINE)

 

Rian Hamdani, jurnalis Gema Suara Politeknik Piksi Ganesha sedang melakukan orasi. (MUHAMMAD FAQIH ZALFITRI RAZAK/JUMPAONLINE)

 

Adi Marsela dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) orasi tentang kebebasan pers. (MUHAMMAD FAQIH ZALFITRI RAZAK/JUMPAONLINE)

 

Beberapa peserta aksi memegang poster yang berisi tuntutan kepada pihak kepolisian. (MUHAMMAD FAQIH ZALFITRI RAZAK/JUMPAONLINE)

 

Teks: Muhammad Faqih Zalfitri Razak