Gadis Jeruk

 

(www.kaskus.co.id)

(www.kaskus.co.id)

Judul                 : Gadis Jeruk 
Penulis              : Jostein Gaarder 
Penerjemah        : Yuliani Lupito 
Penerbit             : Mizan Pustaka 
Cetakan             : Juli 2011 (GoldEdition) 
Tebal                 : 256 hlm

Terkejut, mungkin itulah yang akan kita rasakan apabila secara tiba-tiba menerima gulungan kertas berisi wasiat dari sang ayah yang sudah meninggal belasan tahun silam. Terlebih ketika surat itu ditulis oleh sosok yang kehadirannya pun sulit untuk ditemukan dalam ingatan. Hati kita tentunya dilingkupi rasa penasaran, tentang apa isi dari surat tersebut. Hal apa yang hendak disampaikan oleh sang ayah.

Begitulah kiranya gambaran hati Goerge Roed, remaja berusia 15 tahun yang tinggal di Oslo, Norwegia bersama ibu, ayah dan adik tirinya. Surat yang tanpa sengaja ditemukan oleh sang nenek setelah sekian lama kepergian Jan Olav, ayah kandung George. Gulungan kertas yang terselip belasan tahun lamanya di sebuh gudang, tersembunyi dalam lipatan kereta dorong tua yang dulu digunakan George.

“Kamu tidak tahu kapan kamu akan dilahirkan, tidak juga berapa lama kamu akan hidup. Yang kamu ketahui hanyalah bahwa jika kamu memilih untuk hadir di tempat tertentu di dunia ini, kamu juga harus meninggalkannya lagi suatu hari dan pergi meninggalkan segalanya.” Hal.122

Jan Olav yang tidak lain adalah seorang dokter, sadar betul akan kesehatannya saat itu. Hidupnya yang tidak lama lagi, membulatkannya untuk mengahabiskan waktu di depan layar komputer, menuliskan kisahnya dalam sebuah surat, untuk ia bagi bersama anaknya kelak. Kisah tentang kehidupan yang tentunya tidak bisa Ia sampaikan langsung kepada George yang masih berusia 4 tahun saat itu.

“Sesuatu yang magis dan memikat tapi tak terjelaskan”

Seorang gadis bermantel anorak oranye dengan sekantong kertas besar berisi jeruk-jeruk dalam rangkulannya. Ya, itulah sedikit gambaran mengenai si Gadis Jeruk. Gadis yang Ia temui pertama kali dalam sebuah trem dengan bayak jeruk dalam rangkulannya. Gadis misterius yang tak sempat Jan Olav tanyakan namanya. Gadis yang dikisahkan dalam surat wasiat yang diterima George pada saat ia berumur 15 tahun yang ditulis oleh ayah George sesaat sebelum ia meninggal.

Jostein Gaarder yang juga menulis buku Dunia Sophie, sangat lihai menyelipkan pengetahuan di sela kisah romantis Jan Olav dalam novelnya. Pengetahuan mengenai Teleskop Luar Angkasa Hubble yang sering disebut mata semesta. Sepanjang alur cerita dalam sepucuk surat wasiat, pembaca akan dihadapkan dengan pertanyaan besar. Sebuah pertanyaan tentang kehidupan. Pertanyaan filosofis yang membawa kita dalam sebuah perenungan penting akan kehidupan yang dilontarkan Jan Olav pada George yang Anda pun bisa ikut menjawabnya.

Seperti apa kisah Gadis Jeruk yang diceritakan Jan Olav? Dan apa keterkaitannya dengan Teleskop Luar Angkasa Hubble? Telusuri surat wasiat yang diterima George, dan temukan pertanyaan besarnya.

FUJI ASTUTI

No Responses

Tinggalkan Balasan