Carut-marut di Japan Art Project

Suasana tidak kondusif saat acara Japan Art Project di Gedung Sasana Budaya Ganesha pada Minggu, 20 November 2016. (Gita Gisela/JUMPAONLINE)

Suasana tidak kondusif saat acara Japan Art Project di Gedung Sasana Budaya Ganesha pada Minggu, 20 November 2016. (Gita Gisela/JUMPAONLINE)

 

Bandung, Jumpaonline – Pengunjung keluhkan acara Japan Art Project (JAP) yang bertempat di gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) pada 20 November 2016.  Hani, salah satu pengunjung yang berniat datang karena adanya Obake House (Rumah Hantu) mengaku tidak nyaman dengan pelayanan yang ada. Ia menyebutkan penataan acara dan pelayanannya tidak terorganisir dengan baik.

“penampilan cover dance ada di luar gedung, sedangkan stand lain seperti komunitas game dan manga ada di dalam gedung . Ya kalau seperti itu yang nggak beli tiket juga bisa ikut nonton acaranya, dong,” Ujarnya.

Senada dengan Hani, Lingga Pratama yang juga pengunjung acara tersebut mengatakan sistem pemeriksaan tiket yang  memakan waktu dan tidak kondusif membuatnya merasa tidak nyaman. Ditambah lagi dengan banyak pengunjung yang tidak mendapat pemeriksaan, karena kurangnya panitia di bagian penukaran tiket.

Rizaldi Fadillah salah satu panitia JAP mengatakan bahwa acara yang diselenggarakan memang masih jauh dari apa yang mereka harapkan. Hal ini terjadi, karena pembentukan kepanitiaan kurang dari 50 orang. Bukan hanya itu, persiapan yang kurang matang juga menjadi alasan mengapa pembuatan acara terhambat.

“Karena persiapan yang hanya sekitar empat sampai lima bulan membuat acaranya berjalan tidak maksimal,” ujar Rizaldi.

Rizaldi berharap agar waktu untuk persiapan bisa lebih panjang sehingga persiapan acaranya matang. Dan semoga bisa mendapat tempat yang lebih memadai.

 

GITA GISELA | MUHAMMAD ANDY RUSANDY SUPADI

Calon Anggota Muda LPM Jumpa

No Responses

Tinggalkan Balasan